LONDON, Gonesia.com – Jordan Henderson resmi memulai babak baru dalam karier profesionalnya setelah menandatangani kontrak bersama Chelsea hingga 30 Juni 2028.
Gelandang berusia 36 tahun ini didatangkan untuk memperkuat kedalaman lini tengah skuad asuhan Xabi Alonso pada musim 2026/2027.
Kepindahan ini memberikan nuansa nostalgia yang mendalam bagi pemain tim nasional Inggris tersebut.
Stamford Bridge, markas besar Chelsea, merupakan lokasi tempat Henderson pertama kali mencicipi atmosfer kompetisi profesional pada tahun 2008.
Saat itu, Henderson masih mengenakan seragam Sunderland dan harus menghadapi tantangan berat melawan tim tuan rumah yang bertabur bintang.
Ia mengenang kembali instruksi yang diberikan oleh pelatihnya kala itu, Roy Keane, di tengah situasi pertandingan yang sulit.
“Rasanya seperti kembali ke titik awal, saya ingat pernah kalah 3-0 di babak pertama. Permainan tidak berjalan baik, dan Roy Keane berkata: “Lakukan pemanasan, kamu akan masuk di babak kedua”. Saya keluar, melakukan pemanasan, dan bersiap untuk masuk,” ujar Henderson dalam laman resmi Chelsea, Rabu (5/8).
Meskipun debutnya berakhir dengan kekalahan telak 0-5, Henderson tetap menyimpan memori tersebut sebagai momen yang sangat berkesan.
Ia mengakui bahwa menghadapi pemain-pemain kelas dunia seperti Frank Lampard, Ashley Cole, John Terry, dan Didier Drogba memberikan pengalaman berharga bagi perkembangannya.
“Bermain di Liga Primer di Stamford Bridge melawan tim yang luar biasa dengan pemain-pemain yang luar biasa – Lampard, Ashley Cole, Terry, Drogba – adalah momen yang luar biasa bagi saya. Kami kalah dengan selisih lima gol, kan?! Jadi bukan pertandingan terbaik, tetapi perasaan yang luar biasa. Bergabung dengan klub ini beberapa tahun kemudian sungguh istimewa,” lanjutnya.
Selain faktor sejarah, kehadiran Xabi Alonso di kursi kepelatihan menjadi daya tarik utama yang meyakinkan Henderson untuk menerima pinangan Chelsea.
Ia mengaku memiliki rasa hormat yang tinggi terhadap mantan gelandang Liverpool tersebut yang kini sukses meniti karier sebagai manajer.
“Kami mengobrol dengan sangat baik. Saya sangat mengagumi Xabi sebagai pemain, dan sekarang saya sangat mengaguminya sebagai manajer. Apa yang telah dia lakukan selama beberapa tahun terakhir sungguh istimewa,” ungkapnya.
Henderson menambahkan bahwa reputasi Alonso di mata rekan-rekan sejawatnya turut memperkuat keputusannya untuk bergabung.
“Semua orang yang saya kenal, baik yang pernah bekerja dengannya atau bermain dengannya, mengatakan hal-hal yang sangat baik. Tidak satu pun orang yang mengatakan hal buruk tentang dia. Itu menunjukkan betapa hebatnya dia. Lalu ketika saya berbicara dengannya, saya mendapat firasat yang sangat baik bahwa akan menjadi suatu kehormatan untuk datang dan bermain di bawah kepemimpinannya,” jelasnya.
Sebelum resmi berseragam biru, Henderson merupakan pilar penting di lini tengah Brentford.
Selama musim lalu, ia mencatatkan 34 penampilan di semua kompetisi dengan kontribusi satu gol dan tiga assist.
Pengalaman panjangnya, terutama saat meraih gelar juara Liga Inggris, Liga Champions, Piala FA, hingga Piala Dunia Antarklub bersama Liverpool, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi Chelsea musim ini.


