JAKARTA, Gonesia.com – Pergerakan saham PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT) dan PT Berlina Tbk (BRNA) menunjukkan divergensi performa di pasar modal pada hari ini, Rabu (5/8/2026).
Kedua perusahaan tersebut secara kebetulan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) secara bersamaan.
Berdasarkan pantauan Kontan, harga saham EPMT terpantau mengalami penguatan sebesar 0,85% ke level Rp 2.360 per saham pada pukul 10.45 WIB.
Di sisi lain, harga saham BRNA justru tertahan di level stagnan pada posisi Rp 705 per saham setelah sempat mengalami tekanan jual.
Catatan performa sejak awal tahun menunjukkan bahwa EPMT telah mencatatkan kenaikan sebesar 3,06% secara year to date (ytd).
Sementara itu, BRNA juga membukukan tren positif dengan penguatan sebesar 0,71% ytd dalam periode yang sama.
Agenda RUPSLB yang diusung oleh EPMT difokuskan pada perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk penyesuaian operasional terhadap Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tahun 2025.
Berbeda dengan EPMT, agenda utama BRNA dalam RUPSLB hari ini berkaitan dengan aksi korporasi strategis berupa penambahan modal.
Perusahaan tersebut secara resmi meminta persetujuan pemegang saham terkait rencana Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu III (PMHMETD III).
Aksi korporasi yang lebih dikenal sebagai rights issue ini melibatkan penerbitan sebanyak 543.950.000 saham baru.
Jumlah tersebut setara dengan porsi 55,56% dari total modal disetor perusahaan saat ini.
Selain saham, BRNA juga berencana menerbitkan Waran Seri I sebanyak 181.316.667 unit.
Waran tersebut akan diberikan kepada pemegang saham yang telah melaksanakan haknya dalam proses HMETD tersebut.
Manajemen menargetkan perolehan dana segar dari aksi korporasi ini mencapai angka Rp 264,38 miliar.
Dana hasil rights issue tersebut rencananya akan dialokasikan untuk melunasi utang kepada PT Dwi Satrya Utama (DSU).
Sisa dari dana hasil penggalangan tersebut kemudian akan digunakan oleh perusahaan untuk memperkuat modal kerja.
Perbedaan arah pergerakan saham ini mencerminkan respons pasar yang beragam terhadap agenda korporasi masing-masing emiten.
Investor cenderung lebih optimistis terhadap saham EPMT yang melakukan penyesuaian regulasi bisnis.
Sementara itu, pasar tampaknya masih bersikap wait and see terhadap rencana besar BRNA dalam melakukan penambahan modal.
Kinerja harga saham kedua perusahaan ini akan terus dipantau hingga penutupan sesi perdagangan sore nanti.
Volatilitas pasar yang terjadi hari ini menjadi cerminan dari dinamika aksi korporasi yang sedang berlangsung.
Para pelaku pasar kini menanti hasil resmi keputusan pemegang saham dari kedua RUPSLB tersebut.


