IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

OJK: Tekanan Bursa Mereda, Investor Asing Catatkan Net Buy Rp1,6 Triliun

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi saat memberikan keterangan pers virtual mengenai kondisi pasar modal.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi memaparkan kondisi pasar modal dalam konferensi pers virtual, Selasa (4/8).

Jakarta, Gonesia.com – Pasar modal Indonesia mencatatkan pemulihan signifikan sepanjang Juli 2026 dengan kembalinya arus masuk modal asing yang mencapai Rp1,62 triliun.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai fenomena net buy ini menjadi indikator kuat bahwa tekanan jual investor asing telah mereda secara substansial.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan data tersebut dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan secara virtual, Selasa (4/8).

“Tekanan jual oleh investor asing di pasar saham juga tercatat mereda sepanjang bulan Juli 2026, terlihat di mana tercatat adanya posisi net buy dari investor asing senilai Rp 1,62 triliun,” ujar Hasan dalam keterangan resmi tersebut yang dikutip dari Katadata.

Ia menambahkan bahwa tren positif ini sejalan dengan lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup pada level 6.236,13 di akhir Juli.

Tiga Bank Asing Transfer Laba Rp 11,5 Triliun ke Kantor Pusat

Pencapaian tersebut merepresentasikan kenaikan sebesar 10,51% secara bulanan atau month to month (MoM).

Peningkatan minat investor asing juga berdampak langsung pada likuiditas perdagangan di lantai bursa.

Hasan menjelaskan bahwa rata-rata bid-ask spread di pasar saham menyempit menjadi 1,33% pada Juli 2026, dibandingkan posisi 1,75% pada bulan sebelumnya.

Penyempitan spread tersebut menjadi bukti nyata bahwa efisiensi transaksi di pasar modal domestik semakin membaik.

Daya tarik pasar Indonesia tidak hanya terbatas pada instrumen ekuitas saja.

Menkeu Purbaya Ajak Toyota Pindahkan Basis Produksi ke Indonesia

Investor asing turut mencatatkan net buy sebesar Rp6,39 triliun di pasar Surat Utang Negara (SBN) hingga 29 Juli 2026.

Sektor pengelolaan investasi juga menunjukkan performa yang cukup solid.

Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat mencapai Rp663,26 triliun per 30 Juli 2026, tumbuh 1,59% dibandingkan bulan sebelumnya.

Investor reksa dana bahkan melakukan pembelian bersih atau net subscription sebesar Rp3,43 triliun sepanjang bulan Juli.

Secara akumulatif sejak awal tahun, nilai net subscription di industri reksa dana telah menembus angka Rp1,29 triliun.

Bisnis Data Center Tumbuh, Simak Rekomendasi Saham TLKM Terbaru

Pertumbuhan basis investor pun menunjukkan tren yang sangat agresif.

Jumlah investor di pasar modal Indonesia bertambah sebanyak 1,1 juta orang hanya dalam kurun waktu satu bulan.

Total investor kini mencapai 30,06 juta orang, atau melonjak 47,63% secara year to date (ytd).

Ia menegaskan bahwa peningkatan jumlah investor ini merupakan hasil dari berbagai program pendalaman pasar dan penguatan ekosistem digital.

Selain fokus pada pertumbuhan volume, OJK juga terus menggenjot reformasi integritas pasar modal.

Langkah ini dilakukan sebagai respons atas evaluasi yang diberikan oleh penyedia indeks global seperti MSCI.

Salah satu kebijakan strategis yang diimplementasikan pada Juli 2026 adalah penyempurnaan metodologi High Shareholding Concentration (HSC).

Penyempurnaan ini dirancang agar identifikasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi menjadi jauh lebih akurat.

“Langkah ini akan terus dilanjutkan secara berkesinambungan sebagai bagian dari komitmen kita untuk mendorong keterbukaan, meningkatkan kualitas pasar, dan juga efektivitas implementasi agenda-agenda reformasi integritas di pasar modal dalam negeri,” ujarnya.

OJK bersama Bursa Efek Indonesia terus mengintensifkan komunikasi dengan investor global dan penyedia indeks internasional.

Upaya ini bertujuan untuk menyosialisasikan perkembangan reformasi yang sedang berlangsung demi meningkatkan kepercayaan pasar.

Komentar