Jakarta – Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Pusat telah mengidentifikasi dua kerangka manusia yang ditemukan di Gedung Astra Credit Companies (ACC) Kwitang, Jakarta Pusat, sebagai jenazah Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syahputradewo. Keduanya merupakan dua individu yang dilaporkan hilang usai demonstrasi pada Agustus 2025 lalu.
Namun, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), organisasi yang selama ini mendampingi keluarga dalam pencarian, menyatakan masih memiliki sejumlah pertanyaan besar yang belum terjawab tuntas. KontraS menyoroti berbagai kejanggalan dalam proses penyelidikan kasus ini.
Salah satu pertanyaan krusial KontraS adalah mengenai jejak digital Farhan yang sempat aktif setelah ia dilaporkan hilang. Menurut keterangan polisi, Farhan menggadaikan ponsel sekaligus nomornya di bilangan Jakarta Utara sebelum mengikuti demonstrasi di Kwitang, Jakarta Pusat.
“Yang belum ada pernyataan dari kepolisian adalah apakah sudah ada identifikasi juga soal peretasan akun media sosial milik Farhan,” ujar Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat, 7 November 2025.
Akun media sosial milik Farhan, yaitu Instagram dan Facebook, sempat terpantau aktif selama ia dinyatakan hilang. Bahkan, akun WhatsApp miliknya diketahui membalas pesan dari anggota keluarga. KontraS menduga kuat adanya peretasan terhadap akun-akun tersebut.
KontraS juga mengkritisi kecepatan polisi dalam menyimpulkan identitas kedua kerangka manusia di Gedung ACC Kwitang. Dimas mengungkapkan bahwa sejak awal berkoordinasi dengan keluarga dan KontraS, polisi telah memberi kesan bahwa kedua kerangka itu adalah Farhan dan Reno.
“Kami waktu itu langsung bertanya, kenapa langsung *jump into conclusions* atau langsung menuju kesimpulan bahwa dua kerangka yang ditemukan di gedung ACC Kwitang itu adalah kerangkanya Farhan dan juga Reno,” kata Dimas mempertanyakan.
Pertanyaan lain yang diajukan KontraS adalah apakah kedua kerangka itu memang sudah berada di lantai dua Gedung ACC Kwitang sejak gedung tersebut dibakar pada 29 Agustus 2025. Dimas mengingatkan bahwa garis polisi telah dilepas dari lokasi kejadian setelah pemeriksaan pada 19 September lalu.
“Apakah tidak mungkin kalau misalnya dalam rentang waktu setelah 19 [September] sampai 29 Oktober, juga ada dugaan atau kemungkinan bahwa ada orang yang menaruh kerangka itu?” tanya Dimas, mengindikasikan kemungkinan adanya manipulasi lokasi.
Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Pusat menerima laporan penemuan dua kerangka manusia dalam kondisi hangus di lantai dua Gedung ACC di Kwitang pada 30 Oktober 2025. Kedua jenazah ditemukan tertimbun plafon gedung yang terbakar.
Laporan penemuan tersebut datang dari tim teknis Gedung ACC yang sedang melakukan pengecekan konstruksi untuk renovasi. Adapun Gedung ACC sendiri dibakar oleh massa saat demonstrasi yang berujung ricuh di depan Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob), Kwitang, Jakarta Pusat, pada 29 Agustus 2025.
Farhan dan Reno adalah dua nama terakhir dalam daftar orang hilang demonstrasi Agustus – September 2025 yang dihimpun oleh KontraS. Keduanya terakhir kali diketahui berada di kawasan Mako Brimob, Kwitang.


