Kudus, Gonesia.com – Sebanyak 1.601 pebulu tangkis muda dari berbagai pelosok tanah air berkumpul di GOR Djarum, Jati, Kudus, untuk memperebutkan posisi prestisius dalam program pembinaan PB Djarum 2026.
Gelombang peserta yang datang dari Sumatera hingga Papua ini menjadikan seri Audisi Umum di Kudus sebagai lokasi dengan jumlah pendaftar terbanyak dibandingkan dua kota sebelumnya, yakni Pekanbaru dan Makassar.
Ketua Tim Pencari Bakat, Sigit Budiarto, sebagaimana dikutip dari JPNN.com, menyatakan bahwa lonjakan jumlah peserta memberikan tantangan sekaligus peluang besar bagi timnya untuk menemukan talenta berkualitas dunia.
Ia menegaskan bahwa tim pemandu bakat dituntut untuk bekerja ekstra jeli dalam memilah bibit-bibit unggul yang memiliki potensi jangka panjang.
Menurutnya, penilaian tidak hanya terpaku pada skor akhir pertandingan di lapangan.
Ia menambahkan bahwa aspek fundamental seperti teknik memegang raket, kualitas pukulan, hingga koordinasi gerak kaki atau footwork menjadi fokus utama pengamatan.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Pelatih Tunggal Putra PB Djarum, Fung Permadi, mengungkapkan bahwa postur tubuh dan karakter permainan sejak usia dini juga menjadi variabel penentu dalam seleksi ini.
Ia menjelaskan bahwa meski sulit diprediksi, pihaknya telah memiliki parameter teknis tertentu untuk menilai potensi perkembangan fisik calon atlet.
Sementara itu, Koordinator Pelatih Tunggal Putri PB Djarum, Hendrawan, menyoroti pentingnya regenerasi di sektor putri yang saat ini masih membutuhkan perhatian lebih dari sisi jumlah maupun kualitas.
Ia menegaskan bahwa selain teknik, semangat bertanding dan konsistensi mental menjadi modal wajib bagi atlet putri untuk menembus standar ketat klub.
Kehadiran legenda bulu tangkis, Kevin Sanjaya, di GOR Jati memberikan suntikan motivasi tersendiri bagi para peserta muda.
Ia menilai bahwa keseimbangan antara ambisi untuk menang dan pengendalian rasa takut akan kekalahan adalah kunci utama seorang atlet profesional.
Ia mengungkapkan bahwa antusiasme tinggi dari para peserta tahun ini merupakan sinyal positif bagi masa depan regenerasi bulu tangkis Indonesia.
Semangat juang para peserta terlihat dari pengorbanan mereka, termasuk Austin Christian asal Pekanbaru yang rela mencoba peruntungan untuk kedua kalinya.
Ia menyatakan tekadnya untuk terus mengasah kemampuan demi mewujudkan impian menjadi juara dunia di masa depan.
Siti Athiyyah Salsabila, atlet muda asal Mimika, Papua Tengah, bahkan melakukan persiapan khusus dengan tiba di Kudus dua minggu lebih awal untuk beradaptasi.
Ia menuturkan bahwa target besarnya adalah meneladani jejak prestasi legenda bulu tangkis Susi Susanti.
Proses seleksi yang berlangsung sejak Rabu (9/9) hingga Minggu (13/9) ini menerapkan format ketat melalui fase screening dan turnamen.
Peserta putra diwajibkan menembus babak semifinal, sementara peserta putri harus mencapai babak final untuk meraih Super Tiket.
Tim pencari bakat juga memiliki hak prerogatif untuk memberikan Super Tiket Pilihan kepada pemain yang dianggap memiliki bakat istimewa meski belum melaju ke babak puncak.
Setelah dinyatakan lolos, para atlet terpilih masih harus menjalani fase karantina selama empat minggu di asrama PB Djarum.
Tahap akhir ini akan menjadi ujian konsistensi, kedisiplinan, dan perkembangan teknik sebelum mereka resmi diterima dalam program pembinaan jangka panjang.


