JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan, ditopang oleh stabilitas inflasi nasional dan rencana pemerintah untuk menggelontorkan stimulus tambahan. PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menjelaskan, langkah-langkah ekonomi ini menjadi pendorong utama kenaikan indeks saham.
Pada pekan lalu, IHSG berhasil ditutup di zona hijau, menguat 0,23 persen ke level 8.118,30. Capaian ini melanjutkan tren positif di tengah dinamika ekonomi global.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, menyebut ekonomi Indonesia menunjukkan stabilitas dengan inflasi September 2025 mencapai 2,65 persen secara tahunan (yoy). Angka ini masih dalam target Bank Indonesia (BI) dan didukung oleh sektor manufaktur yang tetap ekspansif dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) sebesar 50,4.
Di sisi fiskal, pemerintah menyiapkan stimulus tambahan pada Kuartal IV-2025. Langkah ini bertujuan untuk mendongkrak daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.
Selain itu, pemerintah juga berencana memberikan stimulus khusus Natal dan Tahun Baru senilai hampir 2 miliar dollar AS. Dana ini melengkapi total 4,5 miliar dollar AS stimulus yang telah digelontorkan sebelumnya.
Perkembangan positif tersebut semakin diperkuat oleh melonjaknya surplus neraca perdagangan Indonesia menjadi 5,49 miliar dollar AS pada Agustus 2025.
Sementara itu, sentimen global masih didominasi kekhawatiran penutupan pemerintahan (government shutdown) di Amerika Serikat (AS) yang berpotensi merugikan ekonomi. Meskipun demikian, data pasar kerja (JOLTs) menunjukkan ketatnya tenaga kerja di AS. Di tengah situasi fiskal AS yang tegang, pasar memproyeksikan probabilitas 96,2 persen The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin.
Di kawasan Asia, ekonomi China masih berjuang dengan PMI manufaktur yang berada di zona kontraksi. Sebagai respons, pemerintah China menggelontorkan paket stimulus besar senilai 500 miliar yuan untuk infrastruktur dan industri, di samping subsidi konsumsi yang sudah berjalan.
Berdasarkan data resmi, IHSG ditutup pada level 8.118,30 pada Sabtu (4/10/2025), naik dari penutupan pekan sebelumnya di 8.099,33. Kapitalisasi pasar di bursa efek tercatat sebesar Rp 15.076 triliun, meningkat 1,29 persen dari Rp 14.888 triliun pada pekan sebelumnya.
Namun, terjadi penurunan rata-rata nilai transaksi harian bursa menjadi Rp 25,02 triliun. Angka ini turun 11,24 persen dibandingkan rata-rata transaksi pekan lalu sebesar Rp 28,19 triliun.

