IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Berita

Fakta Ikan Sapu-Sapu: Sulit Mati dan Punya Daya Tahan Hidup Tinggi

Secara ilmiah, ikan sapu-sapu merujuk pada kelompok ikan pleco, seperti Hypostomus plecostomus dan Pterygoplichthys. Ikan ini berasal dari Amerika Selatan, namun kini telah menyebar luas dan menjadi spesies invasif di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Lantas, apa yang membuat ikan ini begitu sulit mati?

Mampu Bertahan di Lingkungan Ekstrem

Berdasarkan buku "Yuk Mengenal Ikan Sapu-sapu Sungai Ciliwung" karya Dewi Elfidasari, salah satu keunggulan utama ikan sapu-sapu adalah kemampuannya beradaptasi di lingkungan ekstrem.

Kondisi ekosistem sungai Amazon yang memiliki keanekaragaman hayati dan persaingan tinggi antar spesies membuat ikan sapu-sapu memiliki kemampuan adaptasi yang lebih tinggi.

IKEA Indonesia Ajak Masyarakat Luangkan Ruang untuk Rumah Adaptif

Ikan ini dapat hidup di air keruh, tercemar, hingga perairan dengan kadar oksigen rendah. Bahkan, dalam kondisi tertentu, ikan sapu-sapu mampu bertahan saat debit air menurun drastis atau hampir mengering, situasi yang umumnya mematikan bagi ikan lain.

Tidak Pilih-Pilih Makanan

Berbeda dengan kebanyakan ikan, beberapa jenis sapu-sapu memiliki kemampuan mengambil oksigen tambahan dari udara. Mereka juga dapat menyimpan oksigen dalam tubuhnya. Kondisi ini membuat ikan sapu-sapu tidak sepenuhnya bergantung pada oksigen terlarut di dalam air, sehingga tetap bisa hidup di lingkungan yang minim oksigen.

Ikan sapu-sapu termasuk omnivora oportunistik. Mereka dapat memakan berbagai jenis makanan, mulai dari alga, lumut, sisa organik, hingga organisme kecil.

Kemampuan tersebut pun membuat mereka tetap bertahan meski sumber makanan terbatas. Tak heran jika ikan ini sering dijuluki "ikan pembersih" karena kebiasaannya memakan kotoran di perairan.

Satgas PRR Dorong Sibolga Segera Salurkan TKD Rp90,52 Miliar

Secara fisik, ikan sapu-sapu memiliki tubuh yang dilapisi pelat keras menyerupai armor. Struktur ini membuatnya lebih tahan terhadap serangan predator dan kondisi lingkungan yang keras.

Lapisan pelindung ini menjadi salah satu faktor penting yang meningkatkan peluang hidupnya di alam liar.

Tahan Pencemaran

Ikan sapu-sapu dikenal mampu hidup di perairan yang mengandung limbah atau polutan. Dalam beberapa kasus, ikan ini bahkan mampu menyerap logam berat dari lingkungannya.

Kemampuan ini membuatnya tetap bertahan di sungai-sungai tercemar, meski di sisi lain menjadikannya kurang aman untuk dikonsumsi jika berasal dari habitat liar.

Wamenaker Dorong Industri Temanggung Serap Tenaga Kerja Lokal

Selain sulit mati, ikan sapu-sapu juga berkembang biak dengan cepat. Mereka mampu bertelur dalam jumlah besar dan membuat sarang di tebing atau dasar sungai.

Dengan tingkat reproduksi yang tinggi, populasi ikan ini dapat meningkat pesat dan sulit dikendalikan, bahkan jika sebagian individu mati.

Ikan sapu-sapu memiliki usia hidup yang relatif panjang, bisa mencapai 10-15 tahun. Dengan daya tahan tubuh yang kuat dan kemampuan adaptasi tinggi, mereka mampu bertahan lebih lama dibanding banyak jenis ikan lainnya.

Bukan Kebal Tapi Super Adaptif

Meski sering disebut "tidak bisa mati", secara ilmiah ikan sapu-sapu tetap bisa mati. Namun, kombinasi berbagai keunggulan, mulai dari adaptasi lingkungan ekstrem, sistem pernapasan fleksibel, pola makan luas, hingga perlindungan tubuh, membuatnya terlihat jauh lebih kuat dibanding ikan lain.

Dengan kata lain, ikan sapu-sapu bukan kebal, melainkan spesies yang sangat adaptif dan tahan banting.

Di balik daya tahannya, ikan sapu-sapu juga membawa dampak negatif. Sebagai spesies invasif, mereka dapat mendominasi habitat, mengganggu keseimbangan ekosistem, dan mengurangi populasi ikan lokal.

Karena itu, keberadaan ikan sapu-sapu tidak hanya menarik secara ilmiah, tetapi juga menjadi tantangan dalam pengelolaan lingkungan perairan.

Ikan Sapu-Sapu Bertahan Hidup Ekstrem dan Mendominasi Ekosistem Perairan Lokal

Komentar

Berita Populer

01

PLTMG Gunungsitoli Amankan Listrik Nias, Hadapi Cuaca Ekstrem Saat Nataru

02

Biochar Sisik Ikan Perkuat Komposit Serat Karbon, Kurangi Limbah, Tingkatkan Kekuatan

03

Petugas PPSU Jakarta Utara Menjaga Integritas Kerja di Tengah Godaan Manipulasi

04

Harapan Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

05

UMKM Blok M Hengkang: Kenaikan Sewa Picu Eksodus Massal Tenant

06

31 Desember: Rayakan Tahun Baru, Kenang Bom, Meditasi, Nikmati Sampanye, Bubarkan VOC

07

Untung Budharto Mundur dari Transjakarta, Pimpin Antam; Transisi Kepemimpinan Dibahas

08

Harga Emas Antam Hari Ini 2 Januari 2026: Cek Daftar Lengkap!

Berita Terbaru