IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Berita

Dosen ITB Ungkap Keruntuhan Progresif Sebabkan Pesantren Khoziny Ambruk

Sidoarjo – Bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami keruntuhan total atau *total collapse* pada Senin, 29 September 2025, yang dipicu oleh kegagalan struktur. Dugaan ini disampaikan oleh Aris Aryanto, Ketua Program Studi Sarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB), berdasarkan analisis gambar dan foto kejadian yang beredar.

Menurut Aris, pola kegagalan struktur ini lazim disebut *pancake* atau *sandwich* pada lantai yang bertumpuk. Kejadian tersebut merupakan ciri dari *progressive collapse* atau keruntuhan beruntun. “Gagalnya struktur menimpa bagian lain secara progresif atau terus menerus,” jelasnya.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), insiden terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, sedang berlangsung pengecoran lantai empat. Tiang-tiang bangunan diduga tidak mampu menahan beban pengecoran, menyebabkan seluruh struktur runtuh hingga ke lantai dasar saat pelaksanaan salat Asar berjamaah.

Aris menambahkan, apabila perancah atau penopang bagian yang sedang dibangun tidak kuat, lantai akan ambruk dan menimpa lantai di bawahnya. Beban bangunan di atas yang roboh menambah tekanan pada struktur di bawahnya. “Mungkin juga struktur bawahnya, penopang-penopang vertikal seperti kolom, kurang baik,” katanya, menegaskan pentingnya perencanaan awal yang matang untuk tiang dan pondasi jika bangunan akan ditingkatkan ketinggiannya.

Umumnya, kegagalan struktur ditandai oleh retakan, lendutan, atau deformasi yang signifikan. Namun, pada kasus keruntuhan progresif seperti ini, tanda-tanda tersebut sulit terdeteksi. “Ketika struktur sudah roboh seperti itu, kestabilannya kita tidak tahu. Ketika satu diangkat, bagian lain menjadi tidak stabil dan bisa runtuh,” paparnya.

BK DPR RI Perkuat Telesurvei untuk Susun RUU Akurat

Hingga Jumat, 3 Oktober 2025, pukul 23.05 WIB, data korban akibat ambruknya gedung Pondok Pesantren Al Khoziny terus diperbarui. Total tercatat 167 korban. Dari jumlah tersebut, 118 orang telah ditemukan, meliputi 103 orang selamat dan 14 orang meninggal dunia. Satu korban dilaporkan telah pulang tanpa memerlukan penanganan medis lanjutan.

Dari korban selamat, 14 orang masih dirawat di rumah sakit, sementara 89 orang telah diizinkan pulang. Satu korban dirujuk ke rumah sakit di Mojokerto. Sebanyak 49 orang lainnya, berdasarkan daftar absensi pondok pesantren, masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Proses pencarian dan evakuasi masih terus dilanjutkan. Tim SAR gabungan didukung penuh oleh Basarnas, BPBD, TNI-Polri, PMI, Tagana, Pemadam Kebakaran, serta berbagai unsur relawan lainnya.

Komentar