Pesisir Selatan – Akses ke Ngalau Gadang masih terisolasi sebulan pasca banjir bandang, menghambat bantuan akibat jembatan putus dan longsor. Kondisi ini mengancam ekonomi dan pendidikan ratusan warga Nagari Limau Gadang.
Anggota DPRD Pesisir Selatan, Novermal, menyatakan akses utama belum bisa dilalui kendaraan roda empat, distribusi bantuan terbatas untuk pejalan kaki dan sepeda motor.
"Jika jembatan dan jalan ini tidak segera ditangani, maka kehidupan ekonomi dan pendidikan sekitar 678 warga Ngalau Gadang terancam lumpuh," kata Novermal.
Novermal dan Yuli Alber Rozi mendampingi Tim PT Semen Padang meninjau jalur masuk alat berat, bersama Tim Teknis Dinas PUTR, Wali Nagari Limau Gadang, dan tokoh masyarakat.
Respons cepat muncul setelah Novermal menyampaikan kondisi Ngalau Gadang kepada pemerintah pusat dan BUMN. BP BUMN dan Direktur Utama PT Semen Indonesia menugaskan PT Semen Padang untuk membantu membuka akses.
"Tim PT Semen Padang telah melakukan survei lokasi bencana bersama camat dan wali nagari pada Sabtu, 20 Desember 2025. Pada Rabu (24/12), tim kembali turun untuk memastikan jalur masuk alat berat excavator ke Ngalau Gadang," jelas Novermal.
Sekretaris Utama BNPB merespons dengan rencana pembangunan jembatan untuk kendaraan roda empat oleh Kodim Pesisir Selatan. Bupati Pesisir Selatan juga menyampaikan kondisi Ngalau Gadang kepada Kepala BNPB.
Novermal berharap sinergi pemerintah daerah, pemerintah pusat, TNI-Polri, dan swasta mempercepat pemulihan infrastruktur.
"Harapan kita bersama, Ngalau Gadang dapat segera pulih dan masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan dengan aman dan layak," pungkasnya.


