Jakarta – Ratusan korban jiwa dan ribuan keluarga mengungsi akibat banjir serta tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan. Aksi tanggap darurat ini dikoordinasikan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang memastikan pasokan vital seperti telekomunikasi, listrik, dan bahan bakar segera pulih, meskipun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut status bencana ini masih dalam kategori tingkat provinsi.
Managing Director Stakeholders Management Danantara, Rohan Hafas, menjelaskan bahwa perusahaan yang turut membantu di antaranya bergerak di bidang telekomunikasi, listrik, dan bahan bakar. “Tiga sektor ini krusial untuk menghidupkan kembali komunikasi, kelistrikan, dan bahan bakar transportasi di lokasi terdampak,” ujar Rohan Hafas di Wisma Danantara pada Jumat, 28 November 2025.
Danantara memastikan di Sumatera Barat, sejumlah BUMN seperti Pegadaian, Semen Padang, BNI, Hutama Karya, Angkasa Pura, PLN, dan Pertamina telah mengerahkan bantuan kemanusiaan sejak tahap awal. Sementara di Sumatera Utara, penyaluran bantuan dilakukan melalui Pegadaian, BRI, BNI, Inalum, Angkasa Pura, BTN, Kawasan Industri Medan (KIM), Pertamina, dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN).
Bencana alam ini, yang dipicu oleh hujan deras, telah merusak fasilitas di puluhan kabupaten dan kota. Banjir dan longsor telah menyebabkan banyak korban luka serta menewaskan lebih dari seratus orang di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Rohan Hafas merinci bantuan yang disalurkan mencakup makanan, minuman, obat-obatan dasar, pakaian, popok bayi, peralatan dapur, serta tenda darurat yang digunakan untuk mendukung para pengungsi. Selain itu, perahu karet dan ekskavator juga dikerahkan untuk membantu proses evakuasi dan membuka kembali akses yang tertutup banjir maupun longsor. “Kami bergerak sejak awal untuk memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, akses kritis dipulihkan, dan pemulihan bisa dilakukan tanpa menunggu lama,” tegasnya.
Adanya tanggap darurat bencana ini diharapkan pemulihan daerah terdampak bisa cepat dilakukan. Danantara, melalui jaringan perusahaan BUMN, ingin memastikan kehidupan sehari-hari masyarakat bisa kembali berjalan normal.
Meskipun banyak kerugian materiil hingga immateriil, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut bencana di tiga provinsi tersebut masih kategori bencana daerah tingkat provinsi. Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto mengklaim kondisi saat ini sudah membaik.
“Status bencana nasional yang pernah ditetapkan oleh Indonesia itu kan Covid-19 dan Tsunami Aceh 2004,” ucap Suharyanto dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube resmi BNPB pada Jumat, 28 November 2025. Ia mengatakan penetapan status bencana nasional juga melalui berbagai pertimbangan, salah satunya dari skala korban.
Menurut Suharyanto, situasi bencana di Sumatera saat ini belum mencapai ambang penetapan status bencana nasional. Per Jumat sore, BNPB mencatat total 174 orang meninggal dunia dan 12.546 kepala keluarga mengungsi akibat bencana ini.


