Berita

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Narkoba The Doctor dengan Pencucian Uang Rp124 Miliar

Jakarta – Bareskrim Polri membongkar praktik Tindak Pidana Pencucian Uang dalam jaringan narkoba Andre Fernando alias The Doctor dan Hendra Lukmanul Hakim alias Pakcik. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Eko Hadi Santoso, mengatakan penyidik menemukan sejumlah perputaran dana di sejumlah rekening proxy atau pihak ketiga.

"Dalam hasil analisis perbankan terbaru, penyidik menemukan perputaran dana yang masif melalui penggunaan rekening proxy atau rekening pihak ketiga (rekening papan) untuk memutus jejak identitas antara pembeli dan bandar narkoba," kata Eko dalam keterangannya, Sabtu (18/4/2026).

Eko menambahkan, total keseluruhan arus masuk (kredit) di empat rekening penampung utama yang ditelusuri Bareskrim menyentuh angka Rp 124 miliar dari total 2.134 transaksi. Adapun empat rekening utama tersebut, yaitu atas nama Lusiana, Teuku Zahrul Rahman, Muhammad Rikii, dan Dede Ela Heryani.

Rekening atas nama Lusiana digunakan sebagai rekening transit atau pipa penyalur yang dipastikan dikendalikan langsung oleh tim operasional keuangan sindikat. Rekening ini tercatat menjadi yang paling besar yaitu Rp 81,9 miliar dari 946 kali transaksi.

"Tersangka Lusiana sendiri direkrut dengan imbalan Rp 1.000.0000 untuk membuka dan menyerahkan kartu ATM serta M-Banking miliknya," jelas Eko.

Kejagung Usut Tuntas Dugaan Korupsi Dadan Hindayana Cs

Rekening kedua yaitu atas nama Teuku Zahrul Rahman. Total transaksi mencapai 426 kali dengan nilai Rp 35,1 miliar. Rekening ini digunakan langsung oleh supplier utama sabu, Pakcik Hendra alias Lukmanul Hakim, untuk menerima transfer pembayaran dari perantara Andre Fernando alias The Doctor.

"Polisi menemukan metode layering atau penyamaran di mana transaksi diberi keterangan palsu seolah-olah merupakan jual beli kendaraan hingga disamarkan dengan label amal dan cicilan hutang," ungkap dia.

Komentar

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

03

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

04

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

05

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

06

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

07

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru