Jakarta – Mimpi Arsenal untuk meraih gelar juara Liga Inggris kembali terancam pupus setelah Manchester City menyamai perolehan poin mereka dan mengkudeta puncak klasemen sementara.
The Gunners, julukan Arsenal, kembali menghantui kenangan pahit musim-musim sebelumnya, di mana mereka memimpin klasemen untuk waktu yang lama, namun gagal menjadi juara di akhir musim.
Dalam lima musim terakhir, Arsenal dua kali berada di puncak klasemen saat Natal, tetapi selalu gagal mempertahankan posisi tersebut hingga akhir musim.
Keunggulan sembilan poin yang sempat mereka miliki menguap dalam satu bulan terakhir. Kemenangan City atas Burnley membuat kedua tim kini memiliki 70 poin, namun City unggul selisih gol.
Ironisnya, performa City di bawah asuhan Pep Guardiola musim ini dinilai tidak sebaik musim-musim sebelumnya. Banyak pemain kunci yang tidak lagi menjadi bagian utama tim.
Namun, Arsenal yang digadang-gadang tampil lebih baik, justru gagal memanfaatkan situasi ini untuk menjauh dari kejaran para pesaingnya.
Dua hasil imbang melawan Brentford dan Wolverhampton Wanderers pada pertengahan Februari menjadi sinyalemen penurunan performa Arsenal.
Kekalahan di final Piala Liga melawan City menjadi pukulan telak bagi mentalitas tim asuhan Mikel Arteta.
Setelah itu, Arsenal tersingkir dari Piala FA dan menelan kekalahan di Liga Inggris, membuat harapan meraih gelar juara semakin menipis.
April menjadi bulan yang paling dibenci oleh para penggemar Arsenal. Di bulan ini, performa mereka cenderung menurun dan peluang meraih gelar juara seringkali sirna.
Sejak Arteta melatih Arsenal pada Desember 2019, mereka mencatatkan 15 hasil negatif dari 26 pertandingan Liga Inggris yang dimainkan pada bulan April.
Meski demikian, peluang Arsenal untuk meraih gelar juara masih terbuka lebar. Perebutan gelar musim ini sangat mungkin ditentukan oleh selisih gol.
Arsenal harus memenangkan lima pertandingan tersisa dengan skor yang meyakinkan, dimulai dengan laga melawan Newcastle United.
Jadwal Arsenal di atas kertas terlihat lebih mudah dibandingkan dengan City, namun pengalaman City dalam mengatasi tekanan menjadi keuntungan tersendiri bagi mereka.
Bagi Arsenal, yang terpenting saat ini adalah menanamkan keyakinan bahwa peluang juara belum tertutup. Mereka harus membuktikan diri layak menjadi juara dan mengubah mentalitas untuk musim-musim berikutnya.

