Jakarta – Kemenkum berkomitmen membangun ekosistem kekayaan intelektual melalui percepatan pelayanan di seluruh kementerian dan lembaga.
"Yang jelas dari KI kita akan mempercepat pelayanan. Itu arahan dari Pak Menteri, semua layanan KI harus dipercepat. Seperti merek, itu dulu tahunan, sekarang 9 bulan, 6 bulan. Bahkan mau kita revisi agar lebih cepat lagi," jelas Dirjen Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar di Jakarta, Minggu (27/4/2026).
Selain mempercepat pelayanan, Hermansyah menyebut pihaknya akan bekerja sama dengan berbagai kementerian atau lembaga, salah satunya Kemenpora. Kerja sama ini diharapkan mendorong pelaku industri olahraga mendaftarkan hak kekayaan intelektualnya.
"Kementerian Olahraga akan punya Deputi, Deputi Pengembangan Industri Olahraga. Kita akan membuat perjanjian kerja sama," jelas dia.
Dia menegaskan keinginan menjadikan Dirjen KI sebagai kantor kelas dunia. Indonesia tercatat memiliki jumlah merek terbanyak di ASEAN, serta unggul pada sektor desain grafis dan indikasi geografis komoditas perkebunan, pertanian, hingga perikanan. Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi negara pemegang hak paten terbanyak di ASEAN.
"Paten kita akan terus kembangkan agar terbanyak se-ASEAN. Tahun ini target kita seperti itu," jelas Hermansyah.
"Jadi, ini karena apa? Supaya negara mau maju, kekayaan intelektualnya harus maju. Jadi tidak ada negara yang maju yang abai dengan kekayaan intelektual," tuturnya.

