Jakarta – Syahmudrian menyatakan perilaku pengunjung kini berubah signifikan. Masyarakat tidak lagi sekadar datang untuk rekreasi, tapi mencari koneksi, pengalaman, dan nilai yang di rasakan bersama keluarga.
"Untuk mendukung transformasi tersebut, Ancol telah menyiapkan empat strategi utama. Pertama, menggeser fokus dari sekadar jumlah kunjungan menjadi penciptaan value bagi pengunjung," kata dia.
Kedua, lanjut Syahmudrian, mengoptimalkan aset dan ekosistem kawasan seluas 533 hektar, yang masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Ketiga, memperkuat pengambilan keputusan berbasis data.
"Ke depan, setiap event dan program akan kami desain berdasarkan data. Mulai dari tren pengunjung hingga proyeksi ke depan," imbuh dia.
Keempat, tambah Syahmudrian, pihaknya akan membuka peluang kerja sama strategis dengan mitra lokal maupun global, untuk nantinya meningkatkan daya saing Ancol di tingkat internasional.
Selain itu, perusahaan memperkuat fondasi internal melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kemudian penguatan budaya kerja berbasis pelayanan (service purpose), serta disiplin dalam mengeksekusi setiap rencana.
"Dengan strategi ini, kami ingin memastikan Ancol tidak hanya relevan hari ini. Tetapi juga menjadi destinasi unggulan dalam 50 hingga 100 tahun ke depan," kata Syahmudrian.

