IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Anak Usaha Jasa Marga Kucurkan Pinjaman Rp6,54 Triliun, Simak Prospek Sahamnya

Gedung kantor PT Jasa Marga Tbk di Jakarta dengan logo perusahaan terlihat jelas.
PT Jasa Marga Tbk memberikan pinjaman sebesar Rp6,54 triliun kepada anak usahanya untuk kebutuhan refinancing.

JAKARTA, Gonesia.com – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) baru saja meresmikan langkah strategis internal melalui pemberian pinjaman pemegang saham atau shareholder loan senilai Rp 6,54 triliun.

Transaksi yang melibatkan dua entitas anak usaha tersebut resmi ditandatangani pada 17 September 2026.

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bertindak sebagai pemberi pinjaman kepada PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) dalam aksi korporasi ini.

Tujuan utama dari pengalihan dana jumbo tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan bridging refinancing JJC sepanjang tahun 2026.

Selain itu, suntikan dana ini dimaksudkan untuk menopang keberlangsungan operasional JJC di tengah tantangan pendanaan.

IHSG Anjlok 1,68% ke 6.277, Cek Daftar Saham yang Dilepas Asing

Secara teknis, transaksi ini mengubah komposisi neraca konsolidasi perseroan secara proforma.

Saldo kas dan setara kas perusahaan tercatat berkurang drastis dengan adanya pengalihan dana tersebut.

Di sisi lain, terjadi penambahan saldo pada pos piutang lain-lain senilai Rp 6,54 triliun.

Laporan proforma laba rugi menunjukkan bahwa transaksi ini tidak berdampak langsung pada pendapatan maupun beban perusahaan.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk restrukturisasi pendanaan internal grup.

Danantara Siapkan BUMN Baru Integrasikan Industri Tekstil dari Hulu ke Hilir

Ia menegaskan bahwa aksi korporasi tersebut tidak serta-merta menjadi katalis bagi peningkatan laba bersih perseroan.

“Dampak jangka pendeknya cenderung netral terhadap laba, tetapi perlu diperhatikan dari sisi likuiditas dan opportunity cost karena JSMR mengalihkan dana kas dalam jumlah besar menjadi piutang,” kata Nafan kepada Kontan, Selasa (22/9/2026).

Posisi keuangan JSMR per Juni 2026 mencatat saldo kas sebesar Rp 7,08 triliun.

Sementara itu, total liabilitas perseroan telah menyentuh angka Rp 99,98 triliun.

Perusahaan juga dihadapkan pada tantangan berupa lonjakan utang bank jangka pendek.

Direktur Bayan Resources Alastair Mcleod Lepas Saham BYAN Rp 2,47 Miliar

Terlepas dari restrukturisasi tersebut, kinerja operasional inti Jasa Marga dinilai masih menunjukkan ketahanan yang solid.

Pendapatan dari sektor tol tercatat tumbuh sebesar 6,8% menjadi Rp 9,50 triliun sepanjang semester I 2026.

Laba bersih perseroan juga mengalami peningkatan sebesar 2,01% menjadi Rp 1,91 triliun.

Nafan menjelaskan bahwa pergerakan harga saham JSMR ke depan akan lebih dipengaruhi oleh pertumbuhan EBITDA dan arus kas operasional jalan tol.

Ia menambahkan bahwa investor perlu memantau faktor-faktor fundamental lainnya dibandingkan sekadar melihat transaksi afiliasi ini.

“Hingga akhir 2026, katalis utama JSMR tetap berasal dari pertumbuhan trafik, penyesuaian tarif, optimalisasi ruas eksisting, serta mulai beroperasinya sejumlah proyek baru,” ujarnya.

Melihat kondisi fundamental yang terjaga, Mirae Asset Sekuritas tetap memberikan rekomendasi add terhadap saham JSMR.

Target harga untuk saham emiten jalan tol ini dipatok pada level Rp 3.240 per lembar saham.

Komentar

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

03

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

04

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

05

Akselerasi Dekarbonisasi Industri Indonesia Melalui RUEN 2026–2035

06

Purbaya Nilai Jakarta Tak Perlu Terbitkan Obligasi untuk Pembangunan Infrastruktur

07

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

08

Profil Ikhwan Ali Tanamal, Debutan Gemilang Persib Bandung Lawan Arema FC

Berita Terbaru