Jakarta – Keputusan terkait kelanjutan subsidi motor listrik hingga kini masih menggantung, menyusul kebisuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Sikap Airlangga ini menjadi sorotan di tengah pernyataan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang mengaku pihaknya telah menyiapkan skema subsidi namun masih menanti persetujuan.
Ditemui di Jakarta International Convention Center pada Kamis, 9 Oktober 2025, Airlangga enggan menjawab pertanyaan awak media perihal perpanjangan atau penghentian subsidi tersebut. Ia hanya mengangguk-angguk kepala dan mengulang pertanyaan, “Subsidi motor listrik.”
Di sisi lain, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya telah menegaskan bahwa kementeriannya siap dengan skema insentif. Namun, kata Agus, pengumuman nilai dan waktu pelaksanaan masih menunggu keputusan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
“Sudah selesai, dan begitu Lapangan Banteng (Kemenko Perekonomian) menetapkan nilainya dan lain sebagainya, kami sudah siap,” ujar Agus di Jakarta, pada Rabu, 3 September 2025.
Agus menambahkan, skema insentif tersebut dapat diterapkan baik tahun ini maupun tahun depan. Mengenai anggaran yang akan dialokasikan, ia menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan penuh Kemenko Perekonomian, bukan Kementerian Perindustrian.
Sebagai informasi, pada tahun lalu pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,75 triliun. Dana tersebut digunakan untuk mensubsidi pembelian 200 ribu unit sepeda motor listrik baru dan 50 ribu unit sepeda motor konversi, dengan diskon pembelian sebesar Rp 7 juta per unit.
Saat ini, Kementerian Perindustrian masih menunggu Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) dengan Kemenko Perekonomian dan kementerian terkait. Setelah itu, Kementerian Perindustrian baru dapat menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) yang ditargetkan terbit tahun ini.
Koordinasi dengan Kementerian Keuangan telah dilakukan untuk menyesuaikan agenda pengesahan ini. Insentif tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan yang lebih ramah lingkungan.


