Jakarta, Gonesia.com – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) melalui PT Danantara Investment Management (DIM) membidik penyaluran pendanaan jumbo hingga Rp 2 triliun kepada emiten kendaraan listrik Grup Bakrie, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR).
Langkah strategis ini bertujuan untuk mengakselerasi ekspansi bisnis mobility-as-a-service (MaaS) yang saat ini tengah digenjot oleh perseroan.
Rencana pendanaan tersebut secara resmi tertuang dalam dokumen indicative non-binding term sheet yang telah ditandatangani kedua pihak pada 28 Agustus 2026.
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) juga turut terlibat dalam kesepakatan ini dengan kapasitas sebagai pihak penanggung.
Direktur VKTR Indah Permatasari Saugi menjelaskan bahwa langkah ini merupakan tahap awal penjajakan kerja sama pendanaan.
“Penandatanganan Term Sheet tersebut merupakan bagian dari proses penjajakan dan pembahasan awal para pihak sehubungan dengan potensi kerja sama berupa pendanaan untuk mendukung pengembangan dan ekspansi kegiatan usaha,” ujar Indah dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (2/9).
Ia menambahkan, dana tersebut akan difokuskan untuk membiayai pengadaan armada bus listrik serta truk listrik sebagai bagian dari pengembangan bisnis.
Meskipun nilai pendanaan mencapai Rp 2 triliun, pihak perusahaan menekankan bahwa dokumen yang diteken masih bersifat tidak mengikat atau non-binding.
Realisasi pendanaan secara penuh masih bergantung pada finalisasi dokumen definitif yang akan disusun oleh kedua pihak di masa mendatang.
Perseroan memastikan bahwa rencana transaksi ini tidak akan memberikan dampak negatif terhadap operasional, aspek hukum, maupun kondisi keuangan perusahaan.
Sebaliknya, manajemen optimis suntikan modal ini akan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan pendapatan VKTR ke depannya.
Jika nantinya dokumen definitif telah disepakati, VKTR berkomitmen untuk mematuhi seluruh regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terutama terkait transaksi afiliasi dan benturan kepentingan.
Sebelumnya, VKTR mencatatkan kinerja keuangan yang cukup impresif pada semester I 2026.
Penjualan neto perusahaan tercatat sebesar Rp 646,62 miliar, atau melonjak sekitar 56,17% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Laba neto perseroan juga mengalami pertumbuhan sebesar 25% year on year menjadi Rp 10,08 miliar.
Saat ini, VKTR mengandalkan tiga anak usaha utama, yakni PT VKTR Sakti Industries (VSI), PT Sarana Ekomobilitas Indonesia (SEI), dan PT Braja Mukti Cakra (BMC).
Struktur kepemilikan saham di anak usaha tersebut menjadi faktor kunci yang mempengaruhi distribusi laba bersih perseroan.
Sebagai contoh, porsi laba yang diatribusikan kepada pemegang saham nonpengendali masih cukup besar akibat struktur kepemilikan yang belum mencapai 100% di beberapa entitas anak.
Ke depan, dukungan pendanaan dari Danantara diharapkan mampu memperkuat posisi VKTR sebagai pilar utama bisnis hijau di bawah naungan Grup Bakrie.
Pengembangan infrastruktur kendaraan listrik yang lebih masif menjadi fokus utama perseroan dalam memperluas pangsa pasar di Indonesia.


