JAKARTA, Gonesia.com – Destry Damayanti resmi mengemban amanah sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031 setelah prosesi pelantikan khidmat yang berlangsung di Mahkamah Agung, Rabu (2/9/2026).
Pelantikan yang dilaksanakan tepat pukul 14.30 WIB tersebut menandai babak baru kepemimpinan bank sentral di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis.
Selain Destry, dua figur kunci lainnya turut dilantik untuk memperkuat struktur pimpinan lembaga moneter tersebut.
Aida S. Budiman secara resmi menduduki jabatan sebagai Deputi Gubernur Senior BI.
Sementara itu, Solikin M. Juhro disumpah untuk mengisi posisi sebagai Deputi Gubernur BI periode 2026-2031.
Upacara pelantikan ini menjadi titik kulminasi dari rangkaian proses pergantian pimpinan BI yang telah bergulir sejak diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sebelum mencapai tahap ini, ketiga tokoh tersebut telah melalui serangkaian uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Komisi XI DPR.
Destry menjalani proses tersebut pada 26 Agustus 2026 bersamaan dengan Aida S. Budiman.
Di sisi lain, Solikin M. Juhro mengikuti tahapan serupa pada 27 Agustus 2026.
Menurut laporan Katadata, seluruh rangkaian seleksi tersebut berjalan sesuai dengan mekanisme konstitusional yang berlaku.
Komisi XI DPR memberikan persetujuan penuh terhadap ketiga nama tersebut untuk menduduki posisi strategis di otoritas moneter Indonesia.
Keputusan tersebut kemudian dibawa ke dalam Rapat Paripurna DPR pada Selasa (1/9/2026) untuk mendapatkan legalitas akhir dari legislatif.
Dalam rapat paripurna tersebut, DPR secara resmi menyetujui ketiganya untuk menduduki posisi pimpinan BI periode 2026-2031.
Pelantikan di Mahkamah Agung hari ini berfungsi sebagai tahapan formal yang mengikat secara hukum bagi ketiganya untuk menjalankan tugas.
Tugas berat kini menanti jajaran pimpinan baru ini guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi nasional.
Destry sendiri mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Perry Warjiyo.
Perry Warjiyo sebelumnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI pada Juli 2026.
Transisi kepemimpinan ini diharapkan mampu memberikan kepastian kebijakan di sektor perbankan dan moneter.
Publik menaruh harapan besar pada formasi baru pimpinan BI dalam merespons berbagai tekanan ekonomi.
Koordinasi antara otoritas moneter dan fiskal akan menjadi fokus utama di bawah kendali pimpinan baru ini.
Pengalaman panjang Destry di dunia ekonomi dinilai menjadi modal krusial dalam menghadapi tantangan ke depan.
Sinergi antara Destry, Aida, dan Solikin diprediksi akan membawa pendekatan kebijakan yang berkelanjutan bagi stabilitas ekonomi tanah air.


