Jakarta – Manajer HR Nutrifood, Dian Mariani, menyoroti pentingnya pemimpin masa kini, khususnya bagi Generasi Z, untuk memiliki kesadaran sosial dan empati yang tinggi, tidak hanya mengandalkan kecerdasan teknis semata. Pandangan ini disampaikannya dalam acara Nutrifood Leadership Award 2025 yang mengusung tema ‘Act with Purpose, Lead with Heart’ pada awal Oktober 2025.
Dian Mariani menekankan bahwa kepemimpinan yang ideal harus melibatkan hati, bukan sekadar logika. “Banyak pemimpin yang sangat pintar namun kurang peka terhadap kebutuhan masyarakat atau anggota timnya,” ujarnya.
Ia mengamati bahwa Generasi Z memiliki berbagai saluran untuk menyuarakan pendapat. Oleh karena itu, kemampuan mendengarkan dan memahami isu menjadi sangat penting bagi seorang pemimpin.
“Zaman sekarang semua ingin berbicara, tapi yang benar-benar mau mendengar itu sedikit. Padahal, untuk menangkap isu-isu krusial, mendengar adalah kuncinya,” kata Dian. Ia menduga pemimpin dari Gen Z akan lebih melayani dan banyak mendengar daripada berbicara.
Selain itu, Dian juga mengingatkan Gen Z untuk meningkatkan kepekaan sosial. Seorang pemimpin, menurutnya, tidak hanya peduli pada satu individu, tetapi seluruh anggota tim.
“Jangan selalu ingin tampil di depan. Mundurlah beberapa langkah untuk melihat apa yang dibutuhkan anggota tim. Hidup bukan hanya tentang diri sendiri, melainkan tentang tim, bawahan, atau masyarakat yang dilayani,” jelasnya.
PT Nutrifood Indonesia meluncurkan “Nutrifood Leadership Award 2025: Inspiring Future Leaders” sebagai wadah penghargaan bagi mahasiswa berprestasi di Indonesia. Ajang ini mencari individu dengan potensi dan jiwa kepemimpinan yang kuat.
Nutrifood Leadership Award (NLA) 2025 kembali hadir sebagai bentuk kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya di bidang pendidikan dan sosial.
Nutrifood menggandeng empat Non-Governmental Organization (NGO) mitra yang relevan dengan pilar kontribusi utamanya. NGO tersebut adalah Semua Murid Semua Guru (SMSG), Scholars of Sustenance (SOS), Rumah Harapan Indonesia (RHI), dan Koneksi Indonesia Inklusif (KONEKIN).
Ratusan mahasiswa dari seluruh Indonesia telah melewati seleksi ketat. Sebanyak 20 finalis terpilih menjalani karantina intensif di Jakarta.
Para finalis dibagi menjadi empat tim: Kesehatan, Inklusivitas, Pendidikan, dan Lingkungan. Bersama NGO mitra, mereka berkesempatan terlibat langsung dalam proyek sosial yang menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.
Hal ini sejalan dengan tujuan utama NLA, yaitu tidak hanya mencari pemenang, melainkan individu yang mampu menghadirkan dampak positif.
Marthella Sirait, CEO & Founder KONEKIN, mengungkapkan kekagumannya terhadap semangat para finalis NLA. “Mereka berusaha menghadirkan perubahan berdampak dengan tetap mengedepankan ketulusan dan empati, sejalan dengan tema ‘Act with Purpose, Lead with Heart’,” katanya.
Sebagai mentor terlama di NLA, Valencia Mieke Randa, Founder Rumah Harapan Indonesia, merasakan energi baru dari generasi muda. “Mereka selalu mengingatkan saya bahwa harapan itu nyata, membuat saya percaya masa depan Indonesia akan tetap terjaga,” ujarnya.
Marsya Nurmaranti, Ketua Umum SMSG, menambahkan bahwa organisasinya merasakan dampak nyata dari kolaborasi ini. “Finalis dari kelompok Education tidak hanya belajar dan menambah pengalaman, tetapi juga memberi nilai tambah bagi SMSG dengan ide segar dan kolaborasi lintas komunitas yang berkelanjutan,” jelasnya.
Morra Lovreza, Funraising & Operational Manager SOS Jakarta, yang baru pertama kali menjadi mentor, terkesan dengan antusiasme finalis. “Dari cara mereka mendekati isu food waste, terlihat jelas kepemimpinan itu soal keberanian peduli dan menggerakkan orang lain,” kata Morra.
Nutrifood Leadership Award 2025 diharapkan terus menjadi wadah lahirnya pemimpin muda inspiratif yang membawa dampak nyata demi Indonesia yang lebih baik, dengan semangat ‘Act with Purpose, Lead with Hearts’.


