Ekonomi

10 Perusahaan Antre IPO, OJK Targetkan Emisi Rp 6,18 Triliun

Jakarta – Sebanyak sepuluh perusahaan kini tengah mengantre untuk melantai di bursa efek melalui penawaran umum saham perdana (IPO). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, total perkiraan nilai emisi dari perusahaan-perusahaan ini mencapai Rp 6,18 triliun.

Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pasar Modal, Derivatif Keuangan, dan Bursa Karbon OJK, menjelaskan bahwa kesepuluh calon emiten tersebut telah mengajukan pernyataan pendaftaran. OJK saat ini sedang menelaah dokumen-dokumen ini.

Jumlah perusahaan yang akan IPO ini diperkirakan akan terus bertambah. Inarno menyebut, rata-rata laporan keuangan periode Juni yang telah diaudit secara tuntas umumnya baru selesai pada September.

Calon perusahaan tercatat biasanya menggunakan laporan keuangan dengan batas akhir Juni untuk proses pendaftaran IPO. Mereka memiliki waktu enam bulan untuk memperoleh pernyataan efektif, yakni hingga Desember.

Data OJK menunjukkan, hingga 29 Agustus 2025, sebanyak 14 emiten baru telah resmi melantai dengan total nilai emisi mencapai Rp 6,69 triliun. Meskipun jumlah emiten lebih sedikit dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 27 emiten, nilai emisi di tahun 2025 ini jauh lebih tinggi dari Rp 3,79 triliun pada tahun sebelumnya.

Analis Proyeksikan Rupiah Berpotensi Melemah hingga Rp19 Ribu per Dolar AS

Menanggapi tren ini, OJK berkomitmen untuk terus memperbaiki regulasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas IPO di pasar modal Indonesia.

“OJK tengah mengkaji beberapa peraturan terkait penawaran umum. Kami akan melakukan simplifikasi proses dan penyempurnaan ketentuan agar mengikuti perkembangan terkini,” ujar Inarno dalam konferensi pers, Kamis (4/9/2025).

Sebagai bagian dari upaya ini, OJK telah menerbitkan Peraturan OJK (POJK) 13/2025 pada Juni 2025. Salah satu poin penting dalam regulasi ini adalah kewajiban *underwriter* untuk melakukan uji tuntas (due diligence) terhadap calon emiten sebelum mengajukan pendaftaran ke OJK.

Inarno berharap, “Penyempurnaan regulasi ini akan mendorong kuantitas IPO yang berkualitas di Indonesia dan meningkatkan kepercayaan investor.”

Komentar
Telkom Siapkan Rp 4 Triliun untuk Buyback, Simak Rekomendasi Saham TLKM

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

03

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

04

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

05

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

06

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

07

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru