Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum menerima informasi pasti mengenai rencana penawaran saham perdana (IPO) perusahaan berskala besar atau “lighthouse” di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk sisa tahun 2025. Kendati demikian, regulator pasar modal ini sedang memproses pendaftaran sekitar 10 calon emiten dengan proyeksi emisi mencapai Rp 5,3 triliun.
Kepala Eksekutif Pasar Modal, Derivatif Keuangan, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menegaskan bahwa belum ada detail mengenai perusahaan besar yang akan melantai di bursa tahun ini, termasuk sektor yang terlibat. Pernyataan ini disampaikan dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK, Kamis (4/9/2025).
Sepuluh calon emiten tersebut, lanjut Inarno, telah memasukkan pernyataan pendaftaran mereka. Saat ini, OJK sedang menelaah dokumen-dokumen yang diajukan.
Inarno optimistis jumlah calon emiten akan terus bertambah. Hal ini mengingat laporan keuangan periode Juni yang diaudit secara menyeluruh rata-rata akan rampung paling lambat pada September. Laporan keuangan paruh pertama ini biasanya menjadi dokumen penting dalam pernyataan pendaftaran yang memiliki jangka waktu enam bulan untuk memperoleh keterangan efektif dari OJK, yaitu pada Desember.
Perusahaan “lighthouse” sendiri didefinisikan sebagai emiten dengan nilai kapitalisasi pasar di atas Rp 3 triliun saat penawaran umum perdana saham. Selain itu, mereka harus memiliki *free float* minimal 15 persen atau setara dengan Rp 700 miliar.
Di sisi lain, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai kehadiran IPO perusahaan mercusuar ini memberikan sinyal positif bagi perkembangan pasar modal nasional. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyatakan bahwa perusahaan dengan kapitalisasi pasar besar dan likuiditas tinggi mencerminkan keyakinan pelaku usaha terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Kondisi ini, kata Nyoman dalam keterangan tertulis Jumat (15/8/2025), diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor, baik domestik maupun asing, untuk berpartisipasi di pasar modal Indonesia.
Hingga saat ini, BEI mencatat empat perusahaan telah melakukan IPO dengan status “lighthouse”, yaitu saham RATU, CBDK, YUPI, dan CDIA.

