JAKARTA, Gonesia.com – PT Remitra Global International Tbk (MKNT) resmi melakukan perombakan besar-besaran terhadap struktur permodalan dan arah bisnis perusahaan melalui aksi korporasi strategis yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk ini mendapatkan suntikan modal segar senilai Rp1,02 triliun melalui skema Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Langkah ini diambil sebagai upaya krusial untuk memperbaiki kondisi keuangan perseroan yang sempat tertekan.
Dana jumbo tersebut bersumber dari konversi kewajiban menjadi saham serta tambahan modal tunai dari sejumlah investor baru.
Kewajiban kepada PT Headwell Bintang Energi Hijau sebesar Rp668 miliar dan PT Mantra Capital Persadan senilai Rp154,925 miliar kini resmi dikonversi menjadi ekuitas perusahaan.
Selain konversi utang, perseroan juga menerima injeksi dana tunai sebesar Rp200 miliar dari lima investor independen.
PT Mantra Capital Persadan turut memberikan tambahan dana tunai sebesar Rp1,5649 miliar dalam rangkaian aksi korporasi tersebut.
Melalui eksekusi private placement ini, posisi ekuitas MKNT diproyeksikan kembali ke zona positif.
Perubahan struktur permodalan ini sekaligus menggeser peta kendali perusahaan di masa depan.
PT Headwell Bintang Energi Hijau kini resmi ditetapkan sebagai pengendali baru bagi MKNT.
Handoyo Setiawan tercatat sebagai pemilik manfaat akhir atau ultimate beneficial owner dari PT Headwell Bintang Energi Hijau.
Transformasi ini selaras dengan langkah diversifikasi bisnis yang telah dilakukan perseroan sebelumnya.
Pada 29 Mei 2026, MKNT telah menyelesaikan akuisisi PT Citra Baru Steel dan PT Radja Udang Malingping.
Langkah tersebut membawa MKNT masuk ke sektor manufaktur baja tulangan serta industri budidaya tambak udang.
RUPSLB yang diselenggarakan di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 tersebut juga menyetujui perubahan anggaran dasar serta susunan pengurus perusahaan.
Handoyo Setiawan kini menjabat sebagai Komisaris Utama, didampingi oleh Erry Firmansyah sebagai Komisaris Independen dan Idrus Marham sebagai Komisaris.
Posisi Direktur Utama dipercayakan kepada Santoso Widjojo, sementara Jehuda Ebenhaezer Winata menjabat sebagai Direktur.
Santoso Widjojo menegaskan bahwa perubahan manajemen ini merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola perusahaan yang lebih transparan dan profesional.
Ia menambahkan, “RUPSLB hari ini merupakan awal dari babak baru Perseroan. Dengan struktur permodalan yang sehat dan tata kelola yang diperkuat, kami memiliki pondasi yang kokoh.”
Pernyataan tersebut disampaikan Santoso dalam keterangan resmi yang dirilis pada Senin (14/9).
Dengan selesainya seluruh agenda RUPSLB, MKNT kini siap memulai operasional dengan struktur permodalan yang jauh lebih sehat dibandingkan periode sebelumnya.
Diversifikasi ke sektor baja dan perikanan diharapkan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi perusahaan di tengah tantangan ekonomi nasional.


