IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Astra International Targetkan Tambahan Laba Rp115 Miliar dari Astra Otoparts

Logo PT Astra International Tbk dan PT Astra Otoparts Tbk
Astra International berencana menambah kepemilikan saham di Astra Otoparts untuk meningkatkan laba bersih perusahaan.

Jakarta, Gonesia.com – PT Astra International Tbk (ASII) membidik tambahan laba bersih hingga Rp 115 miliar melalui langkah strategis penambahan kepemilikan saham di PT Astra Otoparts Tbk (AUTO).

Manajemen Astra International mengungkapkan rencana tersebut menyusul pelaksanaan penawaran tender sukarela atau voluntary tender offer (VTO) yang saat ini tengah bergulir.

Perusahaan menawarkan harga beli sebesar Rp 3.600 per lembar saham untuk menyerap maksimal 4,95% saham publik di Astra Otoparts.

Presiden Direktur Astra International, Rudy, menyatakan bahwa jika seluruh porsi saham tersebut terserap, perseroan akan mengeluarkan dana sekitar Rp 858 miliar.

Langkah ini secara otomatis akan mengerek kepemilikan saham Astra di Astra Otoparts dari 80% menjadi 84,95%.

Rukun Raharja Siapkan Lima Proyek Strategis untuk Perluas Bisnis Energi

Rudy menegaskan bahwa transaksi tersebut tidak akan mengubah status pengendali atas Astra Otoparts mengingat posisi Astra saat ini sudah dominan.

“Kalau kami bisa mengambil semua, kepemilikan kami akan naik ke 84,95%. Jadi akan naik 4,95%, kali profit Astra Otoparts sekarang sekitar Rp 2,2 triliun–Rp 2,3 triliun, dari itu tambahan sekitar Rp 100 miliar–Rp 115 miliar terhadap laba rugi perseroan,” kata Rudy dalam public expose, Kamis (10/9).

Ia menambahkan bahwa seluruh pendanaan untuk aksi korporasi ini akan menggunakan kas internal perusahaan.

Astra juga berkomitmen untuk tetap menjaga porsi saham publik atau free float Astra Otoparts di angka 15% setelah transaksi selesai.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai langkah Astra untuk mempertebal kepemilikan di Astra Otoparts merupakan langkah yang sangat strategis.

Rupiah Berpotensi Melemah Jelang Data Inflasi AS dan Konflik Geopolitik

Ia melihat kebijakan ini sebagai bukti nyata kepercayaan Astra terhadap prospek fundamental jangka panjang dari anak usahanya tersebut kepada Katadata.co.id.

“Saya melihat aksi ini lebih tepat dipandang sebagai penguatan strategic ownership ketimbang sekadar aksi korporasi jangka pendek. Dengan kepemilikan yang semakin besar, ASII akan memperoleh porsi yang lebih besar atas pertumbuhan laba AUTO ke depan,” ujar Nafan.

Menurutnya, fundamental bisnis Astra Otoparts memang sedang menunjukkan performa yang cukup kuat di tengah tantangan ekonomi.

Ia mencatat bahwa pada semester pertama 2026, pendapatan perusahaan tercatat naik 13,2% menjadi Rp 10,85 triliun.

Sementara itu, laba bersih Astra Otoparts pada periode yang sama melonjak 22,6% menjadi Rp 1,16 triliun.

Tiga Bank Singapura Masih Biayai PLTU Captive Meski Berkomitmen Setop Batu Bara

Kinerja positif tersebut didorong oleh bisnis manufaktur dan perdagangan, termasuk peningkatan permintaan komponen dari segmen original equipment manufacturer (OEM).

Nafan berpendapat bahwa aksi tender offer ini memperlihatkan keinginan Astra untuk semakin memperkuat kontrol ekonomi atas Astra Otoparts.

Pihak Astra sendiri telah memberikan penegasan bahwa langkah ini tidak bertujuan untuk melakukan delisting atau membawa Astra Otoparts menjadi perusahaan tertutup.

Aksi ini dipandang sebagai kelanjutan konsolidasi bisnis otomotif Astra untuk menangkap potensi pertumbuhan di masa depan.

Katalis positif bagi Astra Otoparts dinilai masih cukup luas, mulai dari pemulihan volume penjualan otomotif hingga peluang pengembangan kendaraan listrik.

Riset terbaru bahkan telah menaikkan estimasi laba Astra Otoparts untuk tahun 2026 seiring kuatnya volume penjualan dari sejumlah model baru.

Laba Astra Otoparts diproyeksikan mampu tumbuh sekitar 20% pada tahun 2026 ini.

Pertumbuhan tersebut diprediksi akan berlanjut dengan laju normal di kisaran 5% hingga 11% untuk periode 2027 hingga 2028.

Meski prospeknya positif, investor tetap diingatkan untuk mencermati valuasi dan risiko aksi ambil untung di pasar.

Harga saham Astra Otoparts tercatat telah mengalami lonjakan signifikan sekitar 47% dalam dua bulan terakhir.

Komentar

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

03

Purbaya Nilai Jakarta Tak Perlu Terbitkan Obligasi untuk Pembangunan Infrastruktur

04

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

05

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

06

Akselerasi Dekarbonisasi Industri Indonesia Melalui RUEN 2026–2035

07

Profil Ikhwan Ali Tanamal, Debutan Gemilang Persib Bandung Lawan Arema FC

08

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

Berita Terbaru