YOGYAKARTA, Gonesia.com – Gelandang bertahan asal Polandia, Adrian Purzycki, tampil sebagai penyelamat PSIM Yogyakarta dalam laga debutnya pada pekan pertama BRI Super League 2026/2027 melawan Persita Tangerang, Senin (7/9).
Pemain berusia 28 tahun tersebut sukses mencetak gol penyeimbang yang memaksa pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1 pada Sabtu (5/9).
Kepercayaan penuh yang diberikan oleh pelatih Jean-Paul van Gastel dengan memainkan Adrian selama 90 menit penuh terbayar lunas melalui kontribusi signifikan di lini tengah.
Pemilik nomor punggung 13 ini mengungkapkan rasa syukurnya karena mampu memberikan dampak instan bagi Laskar Mataram di kompetisi sepak bola Indonesia.
“Menurut saya, dari segi penampilan sebagai pemain, ini jelas merupakan pertandingan pertama saya di sini. Jadi, saya menantikan pertandingan berikutnya. Saya pikir kami akan berjuang untuk mendapatkan tiga poin,” ujar Adrian sebagaimana dilansir JPNN.com.
Adrian menyoroti intensitas kompetisi di Indonesia yang menuntut tingkat kedisiplinan serta kesabaran yang sangat tinggi bagi setiap pemain di lapangan.
Ia menilai bahwa setiap kesalahan kecil dalam pola permainan berisiko fatal jika lawan memiliki kemampuan transisi serangan balik yang cepat dan efektif.
“Dalam pertandingan seperti ini kami harus sedikit lebih sabar karena lawan sedang menunggu kesalahan kami secara terus menerus,” jelasnya.
Terkait tantangan adaptasi, sang pemain mengaku saat ini tengah membiasakan diri dengan kondisi iklim serta karakteristik lapangan di Indonesia.
Ia meyakini bahwa performa pribadinya akan terus mengalami peningkatan signifikan seiring berjalannya waktu dan penyesuaian intensitas latihan.
Porsi latihan harian yang diberikan tim pelatih dinilainya menjadi kunci utama untuk mempercepat proses pembauran dengan rekan satu timnya.
“Makin sering kami berlatih bersama setiap hari, proses penyesuaian akan menjadi makin mudah bagi saya ke depannya,” tambah dia.
Sementara itu, pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menyoroti adanya kendala teknis terkait kualitas aliran bola atau passing yang kurang optimal sepanjang pertandingan.
Menurut pria asal Belanda tersebut, akurasi operan yang buruk menjadi penyebab utama timnya kesulitan mendominasi jalannya laga sejak menit awal.
“Pada awal laga, kualitas passing kami tidak bagus. Saya pikir passing adalah salah satu kekuatan kami, tetapi pada laga kali ini justru menjadi kelemahan,” kata sang pelatih.
Situasi sempat memburuk bagi PSIM setelah lawan mencetak gol cepat pada awal babak kedua yang mengganggu konsentrasi pemain.
Kini, fokus PSIM Yogyakarta telah beralih sepenuhnya untuk menghadapi ujian berat pada pekan kedua kompetisi.
Laskar Mataram dijadwalkan akan melakoni laga tandang melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo pada Minggu (13/9).
Peran vital Adrian Purzycki kembali dinanti untuk menggalang lini tengah demi mencuri poin penuh di markas lawan.


