Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI Aprozi Alam menegaskan pentingnya pemerataan akses pendidikan di Provinsi Lampung melalui penguatan program bantuan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan Program Indonesia Pintar (PIP). Ia menilai, dukungan negara harus menjangkau pelajar dari keluarga kurang mampu agar keterbatasan ekonomi tidak memutus langkah mereka menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi.
Pernyataan itu disampaikan Aprozi saat menyerahkan secara simbolis KIP Kuliah kepada dua mahasiswa asal Desa Bumi Jaya, Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara. Dua penerima tersebut ialah Dafit Jaka Patama dan Aida Munif, yang kini menempuh studi di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung.
Penyerahan itu menjadi bagian dari distribusi ratusan KIP Kuliah untuk mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Lampung. Di saat yang sama, ribuan pelajar madrasah di provinsi tersebut juga menerima PIP untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).
“Penyerahan hari ini merupakan simbol dari ikhtiar yang lebih besar. Ratusan mahasiswa menerima KIP Kuliah dan ribuan pelajar madrasah menerima PIP. Kami ingin memastikan anak-anak Lampung, sejak jenjang MI hingga perguruan tinggi, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan meraih masa depan,” kata Aprozi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (10/8/2026).
Politikus Fraksi Partai Golkar itu menilai bantuan pendidikan perlu dijaga keberlanjutannya karena berperan langsung dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurut dia, program tersebut bukan semata dukungan biaya, melainkan sarana agar peserta didik dari keluarga tidak mampu tetap bisa mengakses dan menuntaskan pendidikan.
“Bantuan pendidikan ini bukan sekadar angka atau program administratif. Di dalamnya terdapat harapan keluarga dan cita-cita anak-anak yang harus kita jaga. Negara harus hadir memastikan mereka tetap bersekolah, melanjutkan kuliah, dan memperoleh masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Aprozi juga mengingatkan para penerima agar menggunakan bantuan itu sebaik mungkin. Ia meminta mereka menjaga konsistensi belajar dan terus meningkatkan prestasi akademik.
Ia berharap KIP Kuliah dan PIP memberi dampak jangka panjang, tidak hanya untuk menyelesaikan sekolah, tetapi juga untuk memperbaiki kualitas hidup keluarga dan masyarakat di sekitar penerima manfaat.
“Belajarlah dengan tekun dan gunakan kesempatan ini untuk meraih cita-cita. Kami berharap Dafit dan Aida kelak menjadi generasi yang membanggakan keluarga, masyarakat, dan daerah,” tambah legislator dari Dapil Lampung II itu.
Aprozi turut menekankan bahwa pemerataan akses pendidikan harus menjadi perhatian bersama. Ia menyebut seluruh anak di berbagai wilayah, termasuk daerah dengan keterbatasan ekonomi, berhak mendapat peluang yang setara untuk mengembangkan potensi dan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Penyaluran KIP Kuliah dan PIP itu diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Lampung, khususnya wilayah pemilihan Lampung II.


