TANAH BUMBU, Gonesia.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan secara resmi menyanggah keterlibatan armada operasional mereka dalam insiden kecelakaan lalu lintas maut yang terjadi di Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Sabtu (1/8).
Perusahaan pelat merah tersebut menegaskan bahwa mobil tangki yang terlibat dalam peristiwa nahas itu bukanlah bagian dari armada resmi yang melayani distribusi bahan bakar minyak di wilayah Kalimantan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, menyatakan bahwa temuan tersebut didasarkan pada hasil investigasi internal perusahaan yang dilakukan segera setelah insiden mencuat ke publik.
“Berdasarkan penelusuran internal, kendaraan tersebut tidak terdaftar sebagai armada operasional Pertamina dan tidak tercatat melakukan aktivitas pelayanan di Terminal Pertamina,” kata Edi dalam keterangan resmi yang dilansir Katadata, Minggu (2/8).
Pihak manajemen memastikan bahwa seluruh armada distribusi resmi milik perusahaan selalu melalui prosedur pemeriksaan ketat sebelum beroperasi di lapangan.
Ketiadaan identitas resmi pada tangki tersebut kini menjadi fokus utama pihak kepolisian dalam melakukan pendalaman kasus di lapangan.
Perusahaan saat ini memilih untuk menyerahkan seluruh proses hukum serta penyelidikan mendalam kepada aparat kepolisian setempat.
Langkah ini diambil guna memastikan transparansi dalam pengusutan insiden yang merenggut korban jiwa tersebut.
Ia menambahkan, pihaknya terus berkomunikasi intensif dengan otoritas berwenang untuk memberikan bantuan data yang sekiranya diperlukan dalam proses investigasi.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan informasi mengenai kendaraan tersebut. Proses penanganan dan penyelidikan sepenuhnya kami serahkan kepada pihak berwenang,” ujarnya.
Pihak Pertamina juga menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap standar keamanan distribusi bahan bakar bagi setiap penyedia jasa angkutan di jalur Trans Kalimantan.
Insiden ini menjadi pengingat bagi perusahaan akan pentingnya pengawasan ketat terhadap penggunaan atribut tangki serupa di jalan raya.
Kendati menyatakan bahwa unit tersebut bukan milik mereka, perusahaan tetap menaruh perhatian besar terhadap dampak sosial yang ditimbulkan akibat kecelakaan tersebut.
Manajemen menyampaikan rasa simpati mendalam bagi para korban yang terdampak dalam peristiwa di Kecamatan Satui tersebut.
Ia berharap pihak keluarga yang kehilangan anggota keluarga diberikan ketabahan dalam menghadapi masa sulit ini.
“Kami menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga korban yang menjalani perawatan segera pulih, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta kesabaran,” kata Edi.
Hingga Senin (3/8), pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Publik kini menanti hasil investigasi lebih lanjut mengenai asal-usul mobil tangki misterius yang menggunakan atribut serupa armada distribusi energi tersebut.
Pihak Pertamina berjanji akan terus memantau perkembangan penyelidikan dari pihak kepolisian guna memastikan tidak ada penyalahgunaan identitas perusahaan di masa mendatang.


