IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Saham MLPT Melonjak ARA Usai Stock Split 1:25 di BEI

Tampilan grafik pergerakan harga saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) di layar monitor Bursa Efek Indonesia
Saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) melonjak hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA) pasca stock split 1:25.

JAKARTA, Gonesia.com – Saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) langsung mencatatkan lonjakan harga hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA) pada perdagangan perdana pasca aksi korporasi pemecahan nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1:25 hari ini, Rabu (22/7/2026).

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa harga saham emiten teknologi tersebut ditutup menguat signifikan sebesar 25 persen ke level Rp1.625 per lembar saham.

Lonjakan harga ini terjadi tepat setelah bursa menetapkan harga teoretis saham MLPT di angka Rp1.040 per saham.

Penetapan harga teoretis tersebut mengacu pada harga penutupan saham MLPT pada akhir periode cum di pasar reguler tanggal 20 Juli 2026 yang berada di level Rp25.950 per saham.

Aksi korporasi ini dinilai memberikan dampak instan terhadap keterjangkauan harga saham bagi para investor ritel di pasar modal.

BRI Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda untuk Kelola Finansial Masa Depan

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa langkah stock split secara umum berpotensi meningkatkan daya tarik serta likuiditas saham perusahaan dalam jangka pendek.

Ia menyebutkan bahwa keberlanjutan tren kenaikan harga saham tersebut sangat bergantung pada performa kinerja keuangan perusahaan di masa mendatang.

“Jika fundamental terus menguat dan likuiditas perdagangan meningkat, maka peluang re-rating valuasi saham MLPT juga menjadi lebih terbuka,” ujar Nafan kepada Kontan, Rabu (22/7/2026).

Dia menambahkan bahwa secara teknis, stock split hanyalah upaya perusahaan untuk membuat harga saham terlihat lebih terjangkau secara nominal.

Menurutnya, investor tidak boleh terjebak pada murahnya harga nominal semata dalam mengambil keputusan investasi.

DANA Gunakan AI untuk Optimalkan Proses Penilaian Kredit Nasabah

Ia menegaskan pentingnya bagi pelaku pasar untuk tetap mencermati aspek fundamental guna menentukan apakah suatu saham layak dikoleksi atau tidak.

Beberapa indikator kunci yang perlu diperhatikan meliputi rasio price to earnings ratio (PER) serta price to book value (PBV).

Selain itu, investor disarankan untuk meninjau pertumbuhan laba perusahaan serta prospek bisnis jangka panjang sebelum memutuskan untuk masuk ke saham tersebut.

Meskipun terjadi lonjakan harga yang impresif pada hari ini, analis tersebut tetap memberikan rekomendasi not rated untuk saham MLPT.

Keputusan rekomendasi tersebut diambil karena saham ini dinilai masih memiliki tingkat likuiditas yang relatif rendah di pasar.

WIKA Gedung Raih Kontrak Renovasi Kamar Operasi RSU Ulin Rp121,98 Miliar

Pergerakan harga saham pasca stock split ini menjadi perhatian pelaku pasar sebagai indikator minat investor terhadap emiten teknologi di tengah dinamika pasar modal Indonesia.

Perusahaan kini dituntut untuk membuktikan konsistensi pertumbuhan laba dan pendapatan agar reli harga saham tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang.

Kondisi pasar yang ada saat ini menuntut kehati-hatian investor dalam merespons volatilitas harga setelah aksi korporasi besar seperti ini.

Komentar

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

03

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

04

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

05

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

06

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

07

HUT ke-81 RI, Paspampres kerahkan 1.147 personel dan alusista amankan VVIP

08

Kementerian Lingkungan Hidup Menanti Hasil Lab Cisadane, Pastikan Kualitas Air

Berita Terbaru