IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Investor Asing Borong Saham Blue Chip, UBS Sekuritas Pimpin Transaksi BBCA

Layar monitor menampilkan grafik pergerakan harga saham dan aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia
Investor asing mencatatkan beli bersih senilai Rp638,0 miliar di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Jumat, 17 Juli 2026.

Jakarta, Gonesia.com – Investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatatkan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp638,0 miliar pada perdagangan Jumat, 17 Juli 2026.

Data dari Pusat Data Kontan dan RTI menunjukkan tren positif ini telah berlangsung selama dua hari berturut-turut dari sisi nilai transaksi.

Meskipun secara nominal mencatatkan beli bersih, volume perdagangan asing justru menunjukkan net sell sebesar 459,9 juta saham.

Total nilai transaksi harian di pasar modal domestik pada penutupan perdagangan kemarin tercatat menyentuh angka Rp16,3 triliun.

Kinerja pasar didorong oleh tingginya aktivitas beli pada saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip.

BRI Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda untuk Kelola Finansial Masa Depan

UBS Sekuritas Indonesia tampil sebagai aktor utama yang mendominasi pergerakan pasar.

Broker tersebut tercatat sebagai pembeli terbesar untuk empat emiten sekaligus yakni BBCA, TLKM, BBNI, dan UNTR.

Lebih jauh, UBS Sekuritas Indonesia terlibat dalam enam dari dua puluh daftar transaksi pembeli dan penjual terbesar pada hari itu.

Uniknya, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi sorotan khusus karena dinamika transaksi yang terjadi.

BBCA menjadi satu-satunya saham dalam daftar yang pembeli dan penjual terbesarnya berasal dari broker yang sama, yakni UBS Sekuritas Indonesia.

DANA Gunakan AI untuk Optimalkan Proses Penilaian Kredit Nasabah

Di sisi pembeli, UBS Sekuritas Indonesia mengumpulkan BBCA senilai Rp322,3 miliar.

Sementara itu, pada sisi penjual untuk emiten yang sama, broker tersebut juga mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp334,1 miliar.

Selain UBS, Mandiri Sekuritas turut memainkan peran signifikan dengan memborong saham AMMN dan ICBP.

Untuk sisi penjual, Maybank Sekuritas Indonesia menjadi entitas yang paling agresif dalam melepas saham.

Maybank tercatat sebagai penjual terbesar untuk emiten AMMN dan BBNI.

WIKA Gedung Raih Kontrak Renovasi Kamar Operasi RSU Ulin Rp121,98 Miliar

Aktivitas jual pada saham BBNI oleh Maybank mencapai angka Rp95,9 miliar.

Pada baris penjual lainnya, Bahana Sekuritas mendominasi pelepasan saham BBRI dengan nilai Rp163,5 miliar.

J.P. Morgan Sekuritas Indonesia turut mencatatkan aksi jual pada saham TLKM senilai Rp56,2 miliar.

CGS International Sekuritas Indonesia juga terpantau menjadi penjual terbesar untuk saham ASII dengan nilai Rp76,8 miliar.

Dominasi broker-broker besar ini memberi gambaran mengenai strategi rotasi portofolio yang dilakukan oleh investor institusi.

Keterlibatan aktif broker internasional menunjukkan tingginya likuiditas pada saham-saham perbankan dan infrastruktur telekomunikasi.

Para pelaku pasar kini terus memantau apakah tren net buy asing ini akan berlanjut pada pekan depan.

Stabilitas nilai transaksi menjadi indikator krusial bagi ketahanan indeks di tengah volatilitas pasar global.

Seluruh data transaksi ini mencerminkan tingginya minat investor asing terhadap fundamental perusahaan besar di Indonesia.

Komentar

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

03

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

04

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

05

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

06

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

07

HUT ke-81 RI, Paspampres kerahkan 1.147 personel dan alusista amankan VVIP

08

Kementerian Lingkungan Hidup Menanti Hasil Lab Cisadane, Pastikan Kualitas Air

Berita Terbaru