DEPOK, Gonesia.com — Persija Jakarta resmi memulai lembaran baru dengan mengumpulkan seluruh pemain untuk menjalani sesi latihan perdana di Persija Training Ground, Bojongsari, pada Kamis (16/7).
Latihan ini menjadi momen krusial bagi Macan Kemayoran karena menandai dimulainya era kepelatihan di bawah komando Shin Tae-yong.
Sesi perdana tersebut difokuskan pada pengembalian kondisi fisik para pemain usai menjalani libur panjang kompetisi.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut menekankan bahwa ia tidak ingin langsung memberikan beban materi latihan yang terlalu berat kepada skuadnya.
“Ini merupakan proses untuk membangun stamina dan kondisi fisik secara keseluruhan yang kami butuhkan ke depannya. Karena semuanya harus dibangun selangkah demi selangkah, ini akan menjadi latihan penguatan yang baik,” ujar Shin Tae-yong kepada JawaPos.
Kehadiran tujuh pemain baru menjadi sorotan utama dalam agenda latihan yang berlangsung dengan atmosfer penuh semangat tersebut.
Nama-nama seperti Victor Dethan, Aqil Savik, dan Pratama Arhan terlihat mulai berbaur dengan rekan setimnya yang baru.
Empat pemain asing anyar yakni Kerim Memija, Denis Kolinger, Radovan Pankov, dan Kyohei Yoshino juga tampak antusias mengikuti instruksi tim pelatih.
Proses adaptasi menjadi agenda utama bagi para rekrutan baru agar mereka bisa segera memahami filosofi permainan yang diusung oleh sang juru taktik.
Namun, tidak semua pemain bisa hadir dalam latihan perdana karena sebagian penggawa masih harus memenuhi panggilan tugas negara.
Sebanyak enam pemain yaitu Rizky Ridho, Jordi Amat, Dony Tri Pamungkas, Shayne Pattynama, Rayhan Hannan, dan Mauro Zijlstra belum bisa bergabung.
Meskipun skuad belum lengkap, ia mengaku cukup puas dengan tingkat kebugaran para pemain yang hadir saat ini.
Ia menyatakan bahwa mayoritas pemain mampu menjaga kondisi fisik mereka dengan baik selama masa jeda kompetisi.
Selain pemain senior, pelatih tersebut juga memberikan atensi khusus kepada sejumlah pemain muda yang dipromosikan untuk mengikuti latihan bersama tim utama.
Perkembangan para pemain muda tersebut akan terus dipantau secara ketat selama masa persiapan pramusim berlangsung.
Strategi yang diterapkan oleh tim pelatih bertujuan untuk membangun fondasi kekuatan yang sistematis sebelum memasuki aspek taktik.
“Yang paling mendasar adalah fisik. Setelah menyelesaikan latihan fisik, dalam waktu yang tersisa barulah kami akan masuk ke taktik tim. Dengan membangun semua hal ini secara sistematis, kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi musim depan,” lanjutnya.
Persija Jakarta menargetkan musim 2026/27 sebagai ajang pembuktian untuk kembali bersaing di papan atas Liga 1.
Kombinasi antara pemain lama yang berpengalaman dan wajah-wajah baru diharapkan mampu menciptakan kedalaman skuad yang lebih kompetitif.
Manajemen klub berharap sentuhan tangan dingin Shin Tae-yong dapat memberikan dampak signifikan bagi performa tim sepanjang musim depan.
Persiapan intensif ini akan terus dilakukan secara bertahap hingga seluruh pemain kembali lengkap dan siap menjalankan skema taktik yang diinginkan.


