IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Rekomendasi Saham TPIA, MBMA, dan BMRI untuk Perdagangan Kamis 16 Juli

Layar monitor yang menampilkan grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan tipis pada perdagangan Rabu, 15 Juli 2026.

JAKARTA, Gonesia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,04% atau 2,451 poin ke level 6.041,972 pada perdagangan Rabu, 15 Juli 2026.

Pergerakan positif indeks domestik ini selaras dengan tren penguatan yang terjadi di bursa saham kawasan Asia.

Sentimen utama yang memicu optimisme investor adalah meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat, The Fed.

Kondisi makroekonomi global yang mulai stabil memberikan ruang bagi pelaku pasar untuk kembali mengakumulasi saham-saham berkapitalisasi besar.

Merespons dinamika pasar tersebut, sejumlah analis pasar modal telah memetakan beberapa emiten yang memiliki potensi pertumbuhan menarik untuk perdagangan Kamis, 16 Juli 2026.

Wall Street Menguat Didorong Data Inflasi dan Laporan Keuangan Emiten

Saham pertama yang menjadi sorotan adalah PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang ditutup menguat 1,60% ke level Rp 1.910 pada Rabu (15/7).

Analis dari BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai bahwa emiten ini mulai menunjukkan momentum penguatan yang cukup signifikan.

Ia mengamati bahwa harga saham tersebut mampu bertahan di atas garis MA20 dan kini tengah menguji level resistance di 1.920.

Menurutnya, indikator MACD yang masih bergerak positif mengindikasikan peluang penguatan lanjutan tetap terbuka lebar bagi investor.

Reza merekomendasikan strategi buy on breakout jika harga mampu menembus level 1.920 dengan titik support di Rp 1.850.

Indeks Dolar AS Melemah, Rupiah Menguat di Tengah Status Safe Haven

Target harga yang ditetapkan untuk saham ini berada pada kisaran Rp 2.000 hingga Rp 2.050.

Selain itu, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) juga menarik perhatian setelah ditutup menguat 1,96% ke level Rp 520.

Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas mencatat bahwa pergerakan MBMA masih tertahan oleh resistance trendline namun tetap kokoh di atas MA20.

Ia menambahkan bahwa selama tiga hari terakhir, saham tersebut didominasi oleh volume pembelian yang cenderung meningkat secara konsisten.

Meskipun indikator MACD masih mendatar di area negatif, stochastic terpantau menguat dari area netral menuju area overbought.

S&P Pertahankan Rating Indonesia, IHSG Tunggu Aliran Dana Asing Kembali

Oleh karena itu, ia menyarankan strategi buy if break dengan titik support di Rp 498 dan resistance di Rp 535.

Terakhir, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi pilihan bagi investor yang mencari stabilitas dengan kenaikan 0,96% ke posisi Rp 4.200.

Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menyebutkan bahwa emiten perbankan ini berpotensi melanjutkan tren kenaikan menuju level 4.460.

Ia menjelaskan bahwa skenario tersebut dapat tercapai jika harga berhasil menembus level resistance terdekat di 4.280.

Indikator MACD yang menunjukkan momentum bullish menjadi dasar bagi Ivan untuk memberikan rekomendasi trading buy.

Ia menyarankan investor untuk melakukan akumulasi pada rentang harga 4.090 hingga 4.160 dengan target harga terdekat di 4.460 dan support di Rp 4.020.

Komentar