IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

IHSG Diprediksi Volatil, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis Berikut Ini

Jakarta, Gonesia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan terus menghadapi tekanan volatilitas tinggi pada perdagangan pekan depan setelah sempat menguat 0,53% ke level 5.924,36 pada penutupan Jumat (10/7/2026).

Ketidakpastian arah kebijakan moneter global serta eskalasi konflik geopolitik menjadi faktor utama yang membatasi ruang gerak indeks saham domestik.

Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai bahwa pergerakan pasar dalam jangka pendek masih akan terjebak dalam fase konsolidasi.

“IHSG dalam jangka pendek diperkirakan masih bergerak sideways dengan kecenderungan volatil di tengah kombinasi sentimen eksternal dan domestik,” ujar Hendra kepada Kontan, Minggu (12/7/2026).

Ia menambahkan bahwa investor saat ini cenderung menahan diri untuk meningkatkan eksposur risiko akibat likuiditas perdagangan yang masih sangat tipis.

Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini Jelang Awal Pekan

Situasi eksternal semakin diperumit oleh ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.

Pasar juga tengah menanti rilis data inflasi Amerika Serikat yang akan menjadi indikator krusial bagi bank sentral Amerika Serikat, The Fed, dalam menentukan arah suku bunga.

Hendra menyebutkan bahwa penguatan indeks yang terjadi baru-baru ini lebih banyak didorong oleh sentimen selektif pada saham dengan fundamental yang solid.

Dia menegaskan bahwa selama belum ada eskalasi geopolitik yang lebih masif, IHSG kemungkinan besar akan terus bergerak dalam rentang terbatas.

Senada dengan pandangan tersebut, Tim Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG akan cenderung bergerak sideways-bearish.

Asing Net Sell Rp 1,31 Triliun, Cek Daftar Saham yang Banyak Dijual

“Penguatan IHSG masih lebih tepat dipandang sebagai technical rebound daripada awal bullish reversal,” ujar tim tersebut.

Secara teknikal, indeks diperkirakan akan menghadapi area resistance kuat pada level 5.950 hingga 5.987.

Apabila indeks gagal mempertahankan posisinya dan menembus level 5.900, maka potensi pengujian support di rentang 5.839 hingga 5.805 akan terbuka lebar.

Tekanan domestik juga diperparah oleh arus keluar dana asing yang mencapai Rp90 triliun sejak awal tahun.

Faktor pelemahan nilai tukar rupiah serta rendahnya volume transaksi harian menjadi beban tambahan bagi performa pasar saham nasional.

IHSG Berakhir di Zona Hijau, Cek Saham Pilihan Incaran Asing

Selain itu, evaluasi dari S&P Dow Jones Indices dan kebijakan MSCI terhadap aksesibilitas saham Indonesia turut memberikan sentimen negatif bagi investor institusi.

Meski demikian, ekonomi Indonesia yang tumbuh di atas 5% dan valuasi saham yang dinilai mulai atraktif diharapkan mampu menjadi bantalan bagi pasar.

Sektor defensif seperti perbankan besar, telekomunikasi, dan barang konsumsi dipandang sebagai pilihan investasi yang lebih aman untuk saat ini.

Di sisi lain, sektor energi berpotensi mencatatkan kinerja lebih baik akibat kenaikan harga komoditas yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.

“Saham seperti ADRO, PGEO, dan PGAS berpotensi memperoleh sentimen positif, sementara TINS dapat diuntungkan jika harga logam kembali menguat,” jelas Hendra.

Untuk memitigasi risiko, investor disarankan untuk tidak terburu-buru melakukan pembelian dalam jumlah besar.

“Strategi terbaik saat ini adalah selective accumulation, bukan aggressive bottom fishing,” lanjut tim riset tersebut.

Hendra menyarankan target harga untuk ADRO di level Rp2.500, PGEO di Rp1.100, PGAS di Rp1.575, dan TINS di Rp3.750 per saham.

Ia menekankan agar pelaku pasar tetap disiplin dalam manajemen risiko hingga sinyal kebijakan moneter global benar-benar menunjukkan arah yang jelas.

Komentar