Jakarta – PT Hutama Karya (Persero) resmi mengikat kontrak pekerjaan tanggap darurat untuk pemulihan sejumlah ruas jalan nasional di Aceh dan Sumatera Barat, Kamis (2/7/2026). Langkah ini ditempuh untuk mempercepat pulihnya akses transportasi dan konektivitas di daerah yang terdampak bencana.
Penandatanganan kontrak digelar di Ruang Rapat Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta. Di Aceh, penanganan mencakup tiga ruas utama, yakni Simpang Uning (batas Kota Takengon) hingga batas Aceh Tengah/Gayo Lues.
Pekerjaan juga dilakukan pada ruas batas Aceh Tengah/Gayo Lues-Blangkejeren-batas Gayo Lues/Aceh Tenggara, serta ruas batas Gayo Lues/Aceh Tenggara menuju Kota Kutacane. Adapun di Sumatera Barat, fokus perbaikan berada pada ruas Koto Mambang Balingka di wilayah Malalak.
Kontrak diteken Executive Vice President Divisi Infrastruktur 1 PT Hutama Karya Arif Rahman bersama Direktur Utama Hutama Karya Infrastruktur Pulung Satyo Anggono. Prosesi itu turut melibatkan para Pejabat Pembuat Komitmen, yakni Rio Andika, Irvansyah Putra, Jaya Yuliadi, dan Mulyadi.
Sejumlah pejabat perusahaan dan kementerian ikut menyaksikan penandatanganan tersebut. Hadir di antaranya Direktur Operasi I PT Hutama Karya Gunadi, Direktur Operasi II Hutama Karya Infrastruktur Tomi Herlambang, serta perwakilan Direktorat Jenderal Bina Marga dan BPJN Aceh.
Manajemen Hutama Karya menegaskan, pemulihan infrastruktur pascabencana menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung kelancaran distribusi logistik dan pergerakan ekonomi warga. Perusahaan juga menargetkan perbaikan ini dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Selain itu, proyek tanggap darurat tersebut diharapkan memperkuat ketahanan infrastruktur nasional terhadap potensi bencana di masa mendatang.

