Jakarta – Danantara memastikan laporan keuangan konsolidasi pertamanya belum bisa dipublikasikan dalam waktu dekat karena proses audit masih berlangsung. Dokumen final baru akan dirilis setelah seluruh tahapan pemeriksaan selesai.
Pernyataan itu sekaligus memperbarui target sebelumnya, ketika jajaran eksekutif Danantara sempat menyebut laporan keuangan penuh akan terbit sebelum akhir Juni. Laporan ini menjadi sorotan investor dan pelaku pasar modal lantaran akan menjadi rekam jejak keuangan perdana badan tersebut sejak berdiri pada Februari 2025.
Manajemen Danantara menyebut penyusunan laporan konsolidasi 2025 berjalan seiring dengan audit yang tengah dikerjakan. Namun, hingga kini belum ada kepastian soal kapan audit rampung maupun tanggal resmi publikasi laporan.
Di sisi operasional, Danantara mengklaim sejumlah entitas strategis di bawah portofolionya menunjukkan kinerja yang makin kuat. PT Pertamina (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), dan bank-bank BUMN tercatat membukukan kenaikan laba hingga April 2026.
Danantara juga menjelaskan penggunaan dividen yang diterima sepanjang tahun lalu. Dana itu tidak dibiarkan mengendap, melainkan langsung direinvestasikan untuk mendukung proyek strategis nasional.
Investasi ulang tersebut difokuskan pada pembangunan infrastruktur pendukung penyelenggaraan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi, serta pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi atau waste-to-energy di Indonesia.
Bagi pelaku pasar, laporan keuangan konsolidasi Danantara kelak akan menjadi acuan penting untuk membaca arah kinerja lembaga tersebut.

