Brno – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menghadapi tantangan berat dalam gelaran Moto3 Ceko 2026 di Sirkuit Brno. Ia harus memulai balapan dari posisi ke-20 setelah dijatuhi penalti turun 12 posisi start oleh steward akibat aksi melaju terlalu pelan saat sesi kualifikasi Q2, Minggu (21/6).
Hukuman tersebut memaksa Veda merosot tajam dari posisi kedelapan yang sebelumnya berhasil ia amankan berkat performa impresifnya. Selain Veda, sanksi serupa juga dijatuhkan kepada tiga pembalap lainnya, yakni Hakim Danish, Guido Pini, dan Rico Salmela, karena dinilai menghalangi manuver pembalap lain yang sedang berusaha mencatatkan waktu putaran tercepat.
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, menyayangkan insiden tersebut. Ia menilai bahwa potensi Veda selama akhir pekan di Brno sebenarnya sangat menjanjikan dan mampu bersaing di barisan depan. Menurut Aoyama, kesalahan teknis berupa melaju terlalu pelan di jalur balap merupakan hal yang harus segera dievaluasi agar tidak terulang di seri-seri mendatang, mengingat dampaknya yang sangat merugikan bagi posisi start pembalap.
“Veda menampilkan performa kualifikasi yang sangat baik dan finis di posisi kedelapan. Itu menunjukkan kemajuan signifikan yang dia capai sepanjang akhir pekan ini. Namun, sayangnya, dia kembali terkena sanksi. Ini adalah hal yang perlu kami perbaiki karena kesalahan semacam ini menimbulkan situasi sulit yang tidak perlu saat balapan,” ungkap Aoyama melalui keterangan resmi tim.
Veda sendiri mengakui kesalahan yang ia perbuat. Meski merasa kecewa dengan posisi start yang jauh ke belakang, pembalap berusia 17 tahun itu tetap mengambil sisi positif dari kemajuan setelan motornya. Ia menjelaskan bahwa sesi latihan jarak jauh pada pagi hari sebelum kualifikasi sangat membantu dirinya dalam menemukan ritme yang tepat setelah melakukan diskusi intensif dengan kru teknis.
“Waktu putaran dan posisi kedelapan memang positif, tetapi saya melakukan kesalahan dengan melaju terlalu pelan. Ini menjadi pelajaran penting bagi saya karena tugas saat balapan besok menjadi jauh lebih sulit,” ujar Veda.
Meski harus memulai balapan dari baris ketujuh, Veda tetap menaruh optimisme tinggi. Ia merasa kecepatan motornya saat ini sudah jauh lebih kompetitif dibandingkan seri-seri sebelumnya. Fokus utamanya kini tertuju pada strategi melakukan start yang bersih serta menjaga konsistensi ritme balap agar dapat merangsek ke barisan depan dan mengamankan poin.
Saat ini, posisi terdepan balapan Moto3 Ceko 2026 akan diisi oleh David Almansa dari tim Liqui Moly Dynavolt Intact, yang akan didampingi oleh Maximo Quiles dan Alvaro Carpe. Sementara itu, Veda Ega Pratama berada di posisi ke-20, tepat di antara Ruche Moodley dan Leo Rammerstorfer. Publik kini menantikan kemampuan pembalap asal Gunungkidul tersebut dalam melakukan pemulihan posisi di tengah ketatnya persaingan kelas Moto3.

