Sport

Nadeo Optimistis Borneo FC Tetap Kompetitif Meski Lepas Banyak Pemain

Samarinda – Borneo FC Samarinda melakukan perombakan besar-besaran terhadap komposisi skuad mereka menyongsong musim kompetisi mendatang. Tim berjuluk Pesut Etam tersebut melakukan perombakan hingga mencapai 80 persen, menyusul hasil sebagai runner-up Super League 2025-2026 di bawah Persib Bandung.

Manajemen klub memutuskan untuk merombak total jajaran pelatih dan pemain yang memperkuat tim musim lalu. Berdasarkan data resmi klub, tercatat sudah 15 pemain serta satu pelatih utama yang resmi dilepas oleh Borneo FC.

Keputusan tersebut diambil seiring berakhirnya masa peminjaman serta habisnya masa kontrak para pemain. Deretan pemain yang tidak lagi memperkuat Borneo FC meliputi Cleylton Santos, Kaio Nunes, Koldo Obieta, Daffa Fasya, Ardi Idrus, Ikhsannul Zikrak, dan Christophe Nduwarugira.

Selain nama-nama tersebut, manajemen juga melepas Alfharezzi Buffon, Ahmad Agung, Mohammad Anez, Syahrul Fadil, serta M. Khanafi. Sementara di sisi staf kepelatihan, Borneo FC resmi berpisah dengan Fabio Lefundes, Joao Pedro, dan Vinicius Alves.

Kendati perombakan terjadi secara masif, Borneo FC memastikan telah mengamankan beberapa pilar utama dengan kontrak jangka panjang. Kapten tim sekaligus kiper Nadeo Argawinata dan gelandang Rivaldo Pakpahan dipastikan tetap bertahan hingga tahun 2029 mendatang.

Sambut Satu Abad, Persebaya Andalkan Putra Daerah Perkuat Identitas Klub

Nadeo Argawinata memandang bongkar pasang pemain dalam skala besar merupakan hal yang lumrah dalam ekosistem sepak bola profesional. Ia menilai dinamika keluar-masuknya pemain adalah bagian dari proses yang harus dihadapi oleh setiap atlet.

Menurut kiper berusia 28 tahun tersebut, Borneo FC dalam beberapa musim terakhir memang memiliki pola kebijakan yang serupa. Oleh karena itu, perubahan komposisi pemain yang signifikan tidak akan berpengaruh pada fokus dan kesiapan tim di lapangan.

Meski banyak rekan setim dan jajaran pelatih yang hengkang, Nadeo mengaku tidak memiliki keinginan untuk mencari klub baru. Ia menegaskan bahwa pemilihan klub bukan sekadar perpindahan seragam, melainkan keputusan karier yang harus dipertimbangkan secara matang.

Ada dua faktor utama yang membuat Nadeo tetap memilih bertahan di Samarinda. Ia menilai Borneo FC masih menjadi tempat terbaik untuk mendapatkan kesempatan bermain sebagai pilihan utama serta memiliki kondisi finansial klub yang stabil dan sehat.

Selain itu, keseriusan manajemen dalam mempertahankan dirinya menjadi pertimbangan krusial. Nadeo mengungkapkan bahwa meski terdapat tawaran dari beberapa klub lain, negosiasi yang dilakukan tidak mencapai kata sepakat seperti yang ditawarkan oleh pihak Borneo FC.

Alasan Persebaya Surabaya Rekrut 5 Pemain Lokal Baru Musim Ini

Menatap musim depan, Nadeo menyatakan komitmennya untuk memberikan kontribusi maksimal bagi tim. Ia memiliki target pribadi sekaligus target kolektif untuk membawa Borneo FC meraih gelar juara pada musim mendatang.

Ia berjanji akan bermain lebih disiplin dan bertanggung jawab di setiap pertandingan. Baginya, sebuah kebanggaan besar apabila nantinya dapat mengantarkan Pesut Etam mencapai puncak prestasi tertinggi di kompetisi nasional.

Komentar

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

03

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

04

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

05

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

06

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

07

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru