PALU – Wilayah Sulawesi kembali diguncang rangkaian gempa bumi berkekuatan signifikan sepanjang Juni ini, memicu kekhawatiran warga di sejumlah daerah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat dua peristiwa gempa besar terjadi secara beruntun pada Selasa (16/6), dengan pusat gempa berada di daratan Sulawesi Tengah.
Gempa pertama berkekuatan magnitudo 6,7 tercatat terjadi pada pukul 10.27 WIB. Guncangan tersebut berpusat di titik 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman dangkal, yakni 10 kilometer.
Tak berselang lama, gempa susulan dengan magnitudo 5,2 kembali mengguncang wilayah yang sama pada pukul 11.14 WIB. BMKG melaporkan pusat gempa susulan tersebut berada di kedalaman 10 kilometer, tepatnya 29 kilometer di tenggara Kota Palu.
Meskipun guncangan terasa kuat, pihak BMKG memastikan bahwa kedua gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Kendati demikian, karakteristik gempa yang dangkal dan berpusat di darat membuat getarannya dirasakan secara intens oleh masyarakat di sekitar episentrum.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, guncangan di Kota Palu berlangsung selama empat hingga enam detik. Situasi sempat mencekam saat warga panik dan berhamburan keluar dari hunian mereka guna mencari tempat yang lebih aman.
Saat ini, tim dari BNPB bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tengah melakukan proses pendataan di lapangan. Laporan awal menunjukkan adanya kerusakan pada sejumlah bangunan serta infrastruktur di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong.
Aktivitas seismik di Pulau Sulawesi memang tengah meningkat dalam beberapa hari terakhir. Sehari sebelumnya, pada Senin (15/6), BMKG juga mendeteksi dua gempa berkekuatan di atas magnitudo 6,0 di sekitar perairan dan daratan dekat Pulau Karatung, Sulawesi Tenggara.
Gempa pertama berkekuatan magnitudo 6,2 terpantau berlokasi di laut, sekitar 139 kilometer barat laut Pulau Karatung. Tidak lama kemudian, gempa susulan dengan kekuatan serupa yakni magnitudo 6,2 kembali terjadi dengan pusat di darat, berjarak 209 kilometer dari barat laut Pulau Karatung.
Rentetan peristiwa ini menambah daftar panjang aktivitas tektonik di wilayah yang dikenal sebagai pusat industri pertambangan dan hilirisasi nikel tersebut. Sebelumnya, pada Senin (8/6), wilayah Sulawesi Tenggara juga sempat terdampak oleh gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di Pantai Selatan Mindanao, Filipina.
Dampak dari gempa besar tersebut dirasakan paling kuat oleh warga di Kepulauan Talaud dan Sangihe. Berdasarkan laporan terkini, peristiwa yang berlangsung kurang dari lima detik itu telah menyebabkan kerusakan pada lebih dari 20 unit rumah milik warga setempat.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus memantau perkembangan situasi pasca-gempa. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta mengikuti arahan resmi dari instansi terkait mengenai langkah mitigasi bencana di wilayah masing-masing.

