Pariwisata

7 Destinasi Wisata Tersembunyi di Thailand untuk Liburan Lebih Berkesan

BANGKOK – Industri pariwisata Thailand kini mulai mendorong diversifikasi destinasi bagi wisatawan mancanegara, termasuk pelancong asal Indonesia, guna mengurangi kepadatan di pusat-pusat wisata utama seperti Bangkok, Phuket, dan Pattaya. Langkah ini diambil untuk memperkenalkan kekayaan budaya, sejarah, dan keindahan alam yang lebih autentik di wilayah yang belum banyak terjamah arus wisatawan massal.

Pai, sebuah kota berkonsep bohemian yang terletak di lembah pegunungan Mae Hong Son, menjadi salah satu opsi utama. Berjarak sekitar 135 kilometer atau tiga jam perjalanan dari Chiang Mai, kota ini menawarkan ketenangan bagi para pelancong. Destinasi unggulan di wilayah ini mencakup Pai Canyon, Jembatan Perang Dunia II, air terjun Mor Paeng, serta pemandangan lautan awan di Yun Lai Viewpoint.

Beralih ke wilayah utara, Chiang Rai menyajikan atmosfer kota yang lebih tenang dibandingkan Chiang Mai. Kota yang berbatasan langsung dengan Myanmar dan Laos ini dikenal lewat arsitektur kuil yang ikonik, seperti Wat Rong Khun atau Kuil Putih dengan tiket masuk 80 baht, serta Wat Rong Suea Ten yang dapat diakses tanpa biaya. Wisatawan juga dapat mengunjungi Baan Dam Museum dan area Golden Triangle sebagai pelengkap perjalanan.

Bagi wisatawan yang mencari wisata sejarah dan alam di dekat ibu kota, Kanchanaburi dapat dijangkau dalam waktu singkat dari Bangkok menggunakan kereta api dari Stasiun Thonburi atau bus dari Terminal Mo Chit 2. Lokasi ini menyimpan situs bersejarah seperti Jembatan Sungai Kwai dan Death Railway Museum dengan tiket masuk seharga 200 baht. Selain itu, terdapat Air Terjun Erawan yang memiliki tujuh tingkat dengan biaya masuk 300 baht.

Sementara itu, Taman Nasional Khao Yai menawarkan pengalaman wisata alam di hutan seluas 2.168 kilometer persegi yang telah diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO. Dengan suhu rata-rata mencapai 21°C, pengunjung disarankan mengalokasikan waktu minimal dua hari satu malam untuk mengeksplorasi Air Terjun Haew Narok, Haew Suwat, hingga mengikuti agenda night safari. Kunjungan ke taman nasional ini mengikuti aturan jam operasional 06.00 hingga 18.00 dengan ketentuan biaya masuk bagi wisatawan asing.

Komisi VII Desak Kemenpar Susun Anggaran 2027 Lebih Berimbang

Sukhothai, yang merupakan ibu kota Kerajaan Thailand pertama, menawarkan situs sejarah yang lebih tenang dibandingkan Ayutthaya. Area Sukhothai Historical Park dapat dijelajahi dengan menyewa sepeda seharga 30-50 baht per hari untuk mengunjungi Wat Mahathat dan Wat Si Chum. Situs ini beroperasi setiap hari mulai pukul 08.30 hingga 18.00 waktu setempat.

Di wilayah selatan, Koh Lipe kerap dijuluki sebagai “Maladewa-nya Thailand” berkat kebersihan pantai dan terumbu karangnya. Akses menuju pulau ini tersedia melalui feri dari Pak Bara Pier di Satun, dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam dari Hat Yai. Wisatawan perlu memperhatikan jadwal kunjungan, mengingat pulau ini hanya aman dikunjungi pada musim kemarau antara November hingga April.

Terakhir, Phetchaburi menjadi destinasi menarik bagi pencinta kuliner dan sejarah. Kota yang masuk dalam jaringan UNESCO Creative Cities Network kategori Gastronomi ini memiliki daya tarik berupa Gua Tham Khao Luang dan Phra Nakhon Khiri Historical Park. Lokasinya yang berjarak 2-3 jam dari Bangkok turut memudahkan akses bagi wisatawan yang ingin menghindari keramaian.

Komentar
Pemkab Pessel Dorong UMKM Wisata Kantongi Sertifikat Halal

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

03

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

04

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

05

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

06

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

07

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru