Jakarta – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) resmi membagikan dividen tunai sebesar Rp 5,05 triliun kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada Rabu (10/6).
Nilai dividen yang disepakati setara dengan 70 persen dari total laba bersih yang berhasil diraup perseroan sepanjang tahun lalu. Dengan pembagian tersebut, setiap pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp 210 per lembar saham.
Berdasarkan harga penutupan pasar pada Rabu (10/6) yang berada di level Rp 2.750 per lembar, tingkat imbal hasil atau dividend yield ANTM tercatat mencapai kisaran 7,6 persen. Angka ini mencerminkan apresiasi perusahaan terhadap kepercayaan investor.
Direktur Utama ANTM, Untung Budiharto, menyatakan bahwa pembagian dividen dalam jumlah signifikan ini merupakan bentuk komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham. Keputusan ini diambil setelah perusahaan mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025.
Total nilai dividen yang dibagikan secara rinci mencapai Rp 5.046.183.520. Jumlah tersebut diambil dari 70 persen laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Selain membagikan dividen, perusahaan juga memutuskan untuk menahan sisa laba bersih sebesar 30 persen atau setara Rp 2,162 triliun. Dana tersebut dialokasikan sebagai saldo laba ditahan untuk memperkuat fundamental bisnis.
Untung menjelaskan bahwa laba ditahan akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha perusahaan. Selain itu, dana tersebut juga akan difokuskan untuk pelaksanaan berbagai proyek strategis yang sedang dijalankan perseroan.
Kinerja keuangan ANTM sepanjang 2025 memang menunjukkan tren positif yang signifikan. Perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 84,64 triliun, meningkat 22 persen dibandingkan raihan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 69,19 triliun.
Kontribusi pendapatan didominasi oleh pasar domestik yang mencapai 96 persen atau senilai Rp 81,10 triliun. Dominasi pasar lokal ini menjadi pilar utama dalam menopang arus kas perusahaan sepanjang periode laporan keuangan tahun 2025.
Selain pendapatan, laba tahun berjalan ANTM juga melonjak tajam sebesar 106 persen menjadi Rp 7,92 triliun. Angka ini naik signifikan jika dibandingkan dengan perolehan laba tahun berjalan pada 2024 yang tercatat sebesar Rp 3,85 triliun.
Peningkatan efisiensi dan operasional perusahaan juga terlihat dari kenaikan EBITDA sebesar 56 persen menjadi Rp 10,51 triliun. Sementara itu, laba usaha perseroan mencatatkan kenaikan paling impresif dengan melesat 180 persen menjadi Rp 8,40 triliun.
Kinerja yang stabil dan pertumbuhan laba yang konsisten ini memberikan ruang bagi manajemen untuk tetap memberikan imbal hasil kepada investor sembari menjaga keberlangsungan proyek-proyek strategis di masa depan. Fokus utama perusahaan ke depan tetap pada penguatan neraca keuangan dan optimalisasi aset yang dimiliki.

