JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan signifikan jumlah perjalanan warga negara Indonesia (WNI) ke luar negeri sepanjang April 2026. Jumlah wisatawan nasional yang bepergian ke luar negeri merosot 18,85 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengungkapkan bahwa pada April 2026 tercatat sebanyak 644 ribu perjalanan wisatawan nasional. Angka ini turun dibandingkan bulan Maret 2026 yang mencapai 793,16 ribu perjalanan.
“Secara tahunan, angka ini juga mengalami penurunan sebesar 30,54 persen,” ujar Pudji dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 2 Juni 2026.
Data BPS menunjukkan bahwa negara-negara di kawasan ASEAN tetap menjadi destinasi utama bagi pelancong asal Indonesia. Malaysia menempati urutan pertama dengan kontribusi sebesar 29,74 persen, naik 0,01 persen poin dibandingkan bulan sebelumnya.
Selain Malaysia, destinasi favorit lainnya bagi WNI meliputi Singapura (13,32 persen) dan Arab Saudi (11,76 persen). Sisanya, daftar sepuluh negara tujuan utama dilengkapi oleh Tiongkok, Jepang, Thailand, Timor Leste, Korea Selatan, Kamboja, dan Vietnam.
Dari sisi moda transportasi, sebagian besar wisatawan nasional kembali ke tanah air melalui jalur udara, yakni sebanyak 523,10 ribu perjalanan. Sementara itu, pelaku perjalanan yang melalui jalur laut tercatat sebanyak 88,24 ribu perjalanan dan jalur darat sebanyak 28,17 ribu perjalanan.
Berdasarkan pintu kedatangannya, sebanyak 639,51 ribu perjalanan tercatat melalui pintu utama, sementara 4,15 ribu perjalanan lainnya melalui pintu perbatasan.
Secara kumulatif, total perjalanan wisatawan nasional dari Januari hingga April 2026 mencapai 3,14 juta perjalanan. Angka tersebut mencerminkan penurunan sebesar 3,49 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

