Semarang – Seorang pengunjung Lawang Sewu, Semarang, mengalami insiden jatuh dari lantai dua hingga menderita luka serius dan patah kaki. Korban yang diketahui berasal dari Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Dalam proses evakuasi oleh petugas dan warga sekitar, korban juga ditemukan membawa senjata tajam tradisional Dayak jenis mandau. Temuan itu kemudian ikut diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Seorang saksi mata, Santo, mengaku sempat melihat korban berdiri sendirian di lantai dua beberapa menit sebelum kejadian. Menurut dia, suasana bangunan yang dianggap angker sempat membuatnya menduga korban sedang mencari sensasi.
“Saya sempat mikir dia (korban) sedang uji nyali,” kata Santo, dikutip dari Kantor Berita RMOLJateng.
Tak lama berselang, situasi berubah panik setelah terdengar teriakan histeris dari pengunjung lain. Santo pun melihat korban sudah tergeletak di lantai dasar gedung.
Menindaklanjuti kejadian itu, aparat Polsek Semarang Tengah langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi memastikan korban tidak nekat melompat untuk mengakhiri hidup.
Kapolsek Semarang Tengah Kompol Sugito menegaskan korban terpeleset dan kehilangan keseimbangan sebelum jatuh. “Korban terjatuh karena terpeleset, bukan karena melompat atau melakukan percobaan bunuh diri,” ujarnya.
Sugito juga membenarkan petugas mengamankan mandau milik korban di sekitar lokasi. Senjata itu kini menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengetahui alasan korban membawa sajam ke kawasan wisata tersebut.
Hingga kini, HA masih menjalani perawatan intensif tim medis untuk memulihkan luka dan patah kaki yang dialaminya.

