Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menambah kendaraan yang diamankan usai operasi tangkap tangan di Jakarta Barat. Pada Rabu sore, dua mobil towing kembali memasuki area Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 17.59 WIB dan mengangkut sembilan sepeda motor serta tujuh sepeda.
Sejumlah barang bukti lain telah lebih dulu tiba di gedung KPK sejak Selasa malam, 2 Juni 2026. Saat itu, penyidik membawa satu sepeda motor dan empat mobil ke markas antirasuah tersebut.
Dalam operasi yang berlangsung sejak Selasa malam hingga Rabu, 3 Juni 2026, KPK mengamankan belasan orang. Pencarian para pihak yang diduga terkait perkara itu juga meluas ke Bali dan Jawa Barat.
Mereka yang ditangkap berasal dari unsur penyelenggara negara dan swasta. Salah satu pejabat yang ikut diamankan ialah Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat, Ronald Arman Abdullah.
Selain kendaraan, KPK juga menyita barang bukti lain berupa uang tunai dalam bentuk valuta asing, yakni dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura, serta emas logam mulia.
Hingga Rabu malam, lembaga antirasuah itu masih memburu Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim, yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. KPK meminta yang bersangkutan menyerahkan diri.
“Tim masih terus melakukan pencarian. KPK meminta agar para pihak dapat kooperatif,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Rabu sore, 3 Juni 2026.
Operasi tangkap tangan itu berkaitan dengan pengurusan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAP) dan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) bagi warga negara asing.

