Rabat – Raja Maroko Mohammed VI memberikan pengampunan kerajaan kepada para pendukung Senegal yang sebelumnya dijatuhi hukuman terkait pelanggaran selama Piala Afrika di Maroko. Keputusan itu diumumkan Kantor Kerajaan Maroko pada Minggu, 24 Mei 2026, dan disebut diambil menjelang Iduladha atas dasar kemanusiaan.
Dalam pernyataan resminya, istana menyebut pengampunan tersebut lahir dari kedekatan hubungan antara Maroko dan Senegal yang telah terjalin lama. Langkah itu, menurut kantor kerajaan, juga memperlihatkan kuatnya ikatan persaudaraan, persahabatan, dan kerja sama kedua negara.
“Dengan mempertimbangkan hubungan persaudaraan yang telah lama terjalin antara Kerajaan Maroko dan Republik Senegal, serta bertepatan dengan datangnya Idul Adha, Yang Mulia Raja Mohammed VI, semoga Allah membantunya, dengan penuh rahmat dan atas dasar kemanusiaan, memutuskan memberikan pengampunan kerajaan kepada para pendukung Senegal yang dihukum karena pelanggaran selama kompetisi Piala Afrika yang diselenggarakan Kerajaan Maroko pada 21 Desember 2025 hingga 18 Januari 2026,” demikian bunyi pernyataan itu.
Istana menegaskan, kebijakan tersebut merupakan cerminan nilai-nilai yang dijunjung Maroko, termasuk belas kasih, kemurahan hati, kedermawanan, dan toleransi. Pernyataan itu juga menekankan bahwa keputusan Raja meneguhkan kedalaman hubungan kedua bangsa.
Pada kesempatan yang sama, Mohammed VI menyampaikan ucapan selamat Iduladha kepada Presiden Senegal Bassirou Diomaye Faye, pemerintah, dan seluruh rakyat Senegal.

