Wamena – Kementerian Kehutanan melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua mendorong lima program utama menjaga ekosistem hutan di seluruh tanah air khususnya di Papua Pegunungan.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua Johny Santoso mengatakan, Indonesia’s Fulo Net Sink 2030 merupakan komitmen nasional untuk menjadikan sektor kehutanan dan penggunaan lahan sebagai penyerah bersih atau net sink emisi karbon pada tahun 2030.
"Indonesia’s Fulo Net Sink 2030 memiliki lima program prioritas di antaranya pengolahan hutan lestari, peningkatan cadangan karbon, konservasi keanekaragaman hayati, restorasi ekosistem gambut dan penegakan hukum dan penguatan kapasitas kelembagaan," ujar Johny di Wamena, Kamis (23/4/2026).
Kementerian Kehutanan menggelar sosialisasi Sub Nasional Indonesia’s Fulo Net Sink 2030 di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan selama dua hari pada 21 hingga 22 April 2026.
Johny berharap melalui sosialisasi ini, Papua Pegunungan dengan kekayaan hutan, alam, dan keanekaragaman hayati yang tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian target menurunkan emisi rumah kaca.
"Kegiatan Sub Nasional Indonesia’s Fulo Net Sink 2030 diselenggarakan di Papua Pegunungan sebagai wadah komunikasi, koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah dan para pemangku kepentingan khususnya dalam proses perencanaan dan implementasi," papar dia.

