Jakarta – Jusuf Kalla mengungkapkan alasan dirinya menasihati Joko Widodo untuk menunjukkan ijazah asli ke publik. Nasihat tersebut disampaikan karena ia merasa lebih tua dan senior.
"Saya lebih tua dari dia. Jadi, sebagai orang yang lebih senior, saya nasihati," ujar Jusuf Kalla.
Jusuf Kalla menilai polemik keaslian ijazah Joko Widodo sudah berlangsung selama dua tahun. Ia mempertanyakan alasan dokumen tersebut tidak segera diperlihatkan untuk meredam perdebatan di masyarakat.
"Kenapa tidak dikasih lihat? Membiarkan masyarakat ini berkelahi sendiri, saling memaki masyarakat, dua tahun," katanya.
Jusuf Kalla menegaskan posisinya netral dalam polemik tersebut. Ia mengaku menolak bertemu dengan pihak yang mempertanyakan keaslian ijazah Joko Widodo, seperti Rismon Hasiholan Sianipar dan Roy Suryo.
"Rismon mau ketemu saya dengan tujuh orang, saya tidak terima. Roy Suryo mau ketemu, saya tolak. Demi saya mau netral," ujarnya.
Jusuf Kalla juga menyinggung hubungan lamanya dengan Joko Widodo, bahkan sebelum Joko Widodo menjabat Gubernur DKI Jakarta. Ia mengaku turut berperan membawa Joko Widodo ke panggung politik nasional.
"Apa kurangnya saya coba? Saya yang bawa ke Jakarta," katanya.
"Saya yang bantu Jokowi. Tanya sama beliau. Kasih lihat foto ini. Itu masih pakai baju kotak-kotaknya. Janganlah macam-macam begitu," lanjut Jusuf Kalla.
Sebelumnya, Jusuf Kalla meminta Joko Widodo menunjukkan ijazah asli ke publik setelah Rismon dilaporkan ke Kepolisian Negara Republik Indonesia pada 8 April 2026. Ia menilai polemik dapat segera berakhir jika dokumen asli diperlihatkan.
"Saya yakin Jokowi punya ijazah aslinya. Ya, sebenarnya kita stoplah ini perkara dengan cara Jokowi memperlihatkan ijazahnya yang asli," ujar Jusuf Kalla.

