Jakarta – Hasto menceritakan, Dubes Jerman terkesan dengan pemikiran Presiden pertama RI Soekarno mengenai KAA.
"Tergores sejarah kepeloporan Bung Karno dalam KAA tersebut. Menurut Dubes Jerman, pemikiran dan spirit KAA masih relevan," kata Hasto.
Sementara Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah mengatakan, pembicaraan Megawati dengan Dubes Jerman semakin hangat. Di mana, Megawati memberikan sejumlah buku teks pidato Bung Karno di KAA, buku teks pidato saat Bung Karno berbicara di Perserikatan Bangsa-bangsa dengan judul To Build The World A New, serta buku Lahirnya Pancasila.
Sementara itu, saat membahas isu terkini, Basarah menjelaskan, Megawati menyampaikan pentingnya dilakukan antisipasi terjadinya krisis global.
Megawati juga menceritakan krisis ekonomi saat 1997 dan membereskannya saat menjadi presiden.
"Ibu Megawati memaparkan bagaimana pemerintahannya saat itu berhasil menstabilkan nilai tukar Rupiah, membayar hutang luar negeri Indonesia, dan berhasil menyelesaiakan krisis," sebut Basarah.
"Ibu Megawati juga menceritakan pengalamannya yang tidak mudah menyelesaikan krisis multidimensi ketika menjadi Presiden Kelima RI dan mampu menyelesaikan berbagai persoalan di BPPN hingga melunasi pinjaman ke IMF. Mengapa itu disampaikan? Karena perang terhadap Iran dan dampak pemblokiran Selat Hormuz menjadikan dunia dihadapkan pada krisis yang harus diantisipasi," lanjut Basarah mengutip Megawati.
Sebelum Dubes Jerman pamit, keduanya saling bertukar cinderamata dan saat foto bersama, Megawati sambil senyum menanyakan tinggi badan Dubes Ralf yang tinggi menjulang.

