Jakarta – Pendakwah SAM yang terseret kasus dugaan pencabulan santri laki-laki diduga telah meninggalkan Indonesia. Hal itu diungkap oleh saksi bernama Abi Makki.
"Wallahualam, tapi yang kami tahu masih di Mesir. Dan sudah dilayangkan panggilan (oleh polisi). Itu yang saya tahu," kata Abi Makki kepada wartawan, Jumat (17/4/2026).
Di tengah kasus yang bergulir, kata Abi Makki, kondisi korban masih terpukul. Mereka mengalami trauma, namun sedang berupaya bangkit.
"Korban alhamdulillah dalam keadaan terus berhubungan baik. Korban masih berharap mendapatkan hal kebaikan dari peristiwa ini, maksudnya untuk masyarakat yang lain agar tidak ada korban lagi. Habib Mahdi untuk bertanya kepada korban didatangi satu-satu, mereka juga trauma dalam artian," ujar dia.
Dia menyebut, modus pelaku terbilang rapi. Korban diundang dengan dalih ada kegiatan Alquran, kemudian didekati perlahan. Setelah itu, dijanjikan sekolah gratis ke Mesir.
"Iming-imingnya itu, mau diberangkatkan sekolah gratis ke Mesir," ujar dia.
Menurut dia, ada korban yang benar-benar diberangkatkan ke Mesir. Dana keberangkatan diduga berasal dari sumbangan jamaah.
"Ada beberapa yang sudah diberangkatkan, korban juga ada yang sudah berangkat ke Mesir. Dananya dari jamaah majelis kan banyak. Uang umat secara pribadi untuk menolong, dikumpulkan silahkan, silahkan," ujar dia.

