Jakarta Timur – Sebanyak 150 personel gabungan dari pemadam kebakaran, BPBD, kelurahan, dan kecamatan melaksanakan operasi penangkapan ikan sapu-sapu. Proses penangkapan tersebut turut dipercepat oleh partisipasi aktif masyarakat di lapangan.
Tingginya jumlah tangkapan dalam waktu singkat mengindikasikan populasi ikan sapu-sapu di Jakarta Timur sudah sangat masif. Spesies invasif ini dinilai mampu merusak keseimbangan ekosistem sungai secara serius.
Pemkot Jakarta Timur turut menyoroti aspek kesehatan masyarakat. Hasil uji laboratorium menunjukkan ikan sapu-sapu di wilayah DKI Jakarta mengandung logam berat, seperti timbal dan merkuri, yang telah melebihi ambang batas aman.
Seluruh hasil tangkapan dipastikan tidak akan dimanfaatkan, melainkan dimusnahkan dengan cara dikubur.
"Semua harus dikubur. Kami tidak ingin ikan ini dikonsumsi masyarakat karena berbahaya bagi kesehatan," ucap Munjirin.
Munjirin berharap operasi tersebut mampu menekan populasi ikan sapu-sapu sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai serta tidak memanfaatkan ikan berbahaya untuk konsumsi.

