Berita

Pramono Anung Buka Peluang Parpol Beli Hak Penamaan Halte dan Stasiun

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono membuka peluang pemberian hak penamaan halte hingga stasiun transportasi publik kepada partai politik yang berminat berpartisipasi. Kebijakan ini disampaikan Pramono di hadapan anggota Komisi VIII DPR RI Erwin Aksa dan Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua dalam perayaan Paskah di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat 10 April 2026.

Menurut Pramono, skema hak nama tersebut merupakan kerja sama komersial untuk menambah pendapatan asli daerah. "Sekarang ini kalau Bapak Ibu perhatikan semua halte ada namanya karena memberi nama itu artinya memberikan cuan, memberikan bayar retribusi, bayar pajak kepada pemerintah DKI Jakarta," kata Pramono.

Dia menegaskan kerja sama komersial dilakukan secara transparan. Pramono menyebut saat ini sudah banyak halte transportasi menyematkan nama merek produk tertentu. "Kami lakukan secara transparan ada halte namanya Nescafe, Teh Sosro macam-macam semuanya siapa saja yang paling penting bayar," ucapnya.

Pramono juga mempersilakan partai politik ikut memberikan penamaan pada halte transportasi publik di Jakarta. "Yang paling penting bayar bahkan kalau Golkar mau buat halte pun boleh Pak Erwin, yang paling penting bayar aja," kata Pramono.

Komentar
Marinus Gea Dorong Transparansi Data WNA Terintegrasi Nasional

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

03

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

04

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

05

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

06

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

07

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru