Jakarta – Data kependudukan semester II tahun 2025 menunjukkan populasi Indonesia mencapai 288.315.089 jiwa per 31 Desember, ungkap Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi. Angka ini meningkat 1.621.396 jiwa dibandingkan semester I tahun 2025.
"Dibandingkan dengan semester I per 30 Juni 2025, penduduk Indonesia bertambah kurang lebih 1.6 juta," kata Teguh dalam acara rilis data di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Teguh merinci, 145.498.082 jiwa adalah laki-laki dan 142.816.997 jiwa adalah perempuan. Sebaran penduduk terbesar berada di Pulau Jawa (55,81 persen) dan Sumatera (21,88 persen).
Mayoritas penduduk beragama Islam (87,15 persen), diikuti Kristen (7,37 persen), Katolik (3,07 persen), Hindu (1,66 persen), Buddha (0,69 persen), Konghucu (0,03 persen), dan kepercayaan (0,034 persen).
Status perkawinan menunjukkan 131 juta jiwa belum kawin, 137 juta jiwa telah kawin, 5 juta jiwa cerai hidup, dan 14 juta jiwa cerai mati. "Artinya sebenarnya penduduk di Indonesia lebih banyak yang sudah atau pernah menikah," ujar Teguh.
Jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) mencapai 199 juta jiwa atau 69,03 persen dari total populasi.
"Kalau kita melihat usia produktif 69,03 persen, inilah kita bersyukurnya. Bahwasanya sampai tahun 2030 sekian yang namanya bonus demografi. Tinggal bagaimana kita mengoptimalkan usia produktif tersebut," jelasnya.
Teguh menegaskan, rilis data ini amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013. Kemendagri melalui Ditjen Dukcapil merilis data kependudukan dua kali setahun.
"Kenapa perlu dirilis? Data kependudukan itu digunakan untuk semua keperluan, basis semuanya. Apakah itu pelayanan publik, maupun apa pun juga," tandas Teguh.


