Berikut adalah teks berita yang ditulis ulang:

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan di akhir pekan lalu, parkir di level 8.609. Sentimen global dan domestik menjadi penyebab utama koreksi tipis ini.
Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net outflow) di pasar reguler dengan nilai mencapai Rp 365 miliar. Tekanan jual ini memperkuat sinyal perlambatan laju IHSG.
Analis Indo Premier Sekuritas menyoroti data pengangguran AS yang naik menjadi 4,6 persen sebagai faktor utama. Meskipun lapangan kerja bertambah, peningkatan angka pengangguran mengindikasikan potensi pelemahan pasar tenaga kerja di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan global.
Selain itu, Bank of Japan yang menaikkan suku bunga acuan menjadi 0,75 persen, level tertinggi sejak 1995, turut memicu kekhawatiran di pasar.
Dari dalam negeri, keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan di 4,75 persen sebagai upaya menjaga stabilitas rupiah, belum mampu mengangkat sentimen positif.
“Sentimen-sentimen tersebut membuat pergerakan IHSG sedikit lesu,” ujar Analis Indo Premier Sekuritas dalam keterangan persnya.
Analis MNC Sekuritas memprediksi IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi dalam jangka pendek. Area support yang perlu diwaspadai berada di kisaran 8.464 hingga 8.560.
Namun, skenario terburuk juga perlu diantisipasi, di mana IHSG berpotensi terkoreksi lebih dalam menuju area psikologis 8.000-an.
Perlu diingat, pekan ini aktivitas perdagangan bursa akan lebih singkat, hanya berlangsung selama tiga hari (22-24 Desember 2025) karena libur Natal.
Di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, investor disarankan untuk mencermati perkembangan Framework Agreement antara AS dan Indonesia yang berisiko batal.
Meskipun demikian, peluang IHSG menembus level 9.000 hingga akhir tahun 2025 masih terbuka, asalkan didukung oleh belanja pemerintah, kebijakan fiskal agresif, pelonggaran moneter, perbaikan kondisi global, stabilitas makro, peningkatan kinerja korporasi, serta minat investor yang kembali menguat.
Rekomendasi Saham dari IPOT:
* ARCI: Buy on pullback (Area beli: Rp 1.500–Rp 1.550, Target harga: Rp 1.700)
* ASSA: Buy (Level beli: Rp 1.180, Target harga: Rp 1.280)
* UNVR: Buy on breakout (Level beli: Rp 2.800, Target harga: Rp 3.000)
IPOT juga merekomendasikan reksa dana saham Premier ETF IDX High Dividend 20 (XIHD).

